Heroik! Ini Sosok dibalik Selamatnya Puluhan Siswa SMPN 1 Turi yang Hanyut saat Susur Sungai

Oleh Freelancer, 26 Feb 2020
lintasdetik.com - Seorang pemancing dari Dusun Kembangarum, Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, DIY, menjadi viral usai tragedi yang merenggut 10 siswa SMP Negeri 1 Turi. Pemancing yang bernama Sudarwanto itu, melakukan aksi heroik untuk menyelamatkan puluhan siswa dari maut. Tidak sedikit warganet yang memberikan pujian kepada sosok Sudarwanto atas keberaniannya itu.

Pria yang akrab juga disapa Kodir (37) menjelaskan, ketika itu dirinya berniat untuk memancing dan berjalan menuju sungai. Saat perjalanan, dirinya mendengarkan suara teriakan minta tolong dari Sungai Sempor, yang jaraknya sekitar 1000 meter dari lokasi rumahnya. Kodir mengakui saat itu memang kondisi debit air sedang tinggi.

“Kondisi debit air memang tinggi waktu itu. Semua anak teriak minta tolong,” jelas Kodir, Senin (24/2).

Mendengar teriakan itu, tanpa pikir panjang Kodir bergegas menuju sungai, dan dirinya kaget mendapati banyak siswa yang ikut hanyut karena derasnya arus sungai. Spontan, dirinya langsung terjun untuk menolong para siswa. Selain dengan menangkap tangan atau badan siswa yang sedang hanyut tenggelam, dirinya pun menggunakan tangga untuk digunakan siswa menyelamatkan diri ke sisi sungai.

“Saya menolong anak-anak yang di sini dulu baru ke utara. Ada yang pakai tangan, pakai tangga. Saya utamakan menyelamatkan yang duluan hanyut,” ujar Kodir.

Selain Kodir, adik dan tetangganya pun turut menolong para siswa SMPN 1 Turi yang terseret arus tersebut. Ketinggian air sungai yang berada pada ketinggian 1 - 1,5 meter, serta derasnya air, sempat membuat mereka kewalahan.

Namun, akhirnya puluhan pelajar SMP yang tenggelam di beberapa titik berhasil diselamatkannya bersama dengan tetangga desa setempat.

“Yang ditolong di sini sekitar 10-15 anak, di sebelah sana juga. Ada sampai 30 lebih yang selamat,” katanya.

Kodir mengakui bahwa rasa kemanusiaan yang membuat dirinya tanpa pikir panjang, terjun ke sungai untuk menolong siswa yang ketakutan dan panik karena tenggelam. Tidak ada yang Kodir pikirkan saat itu, kecuali untuk menyelamatkan semua siswa disana.

“Motivasi saya cuma bagaimana anak-anak yang hanyut selamat. Saya sebagai manusia, kalau ada yang minta tolong, sudah sewajarnya saya tolong,” ungkapnya.

Kodir pun mengakui, bahwa sungai Sempor sudah seperti teman dekatnya. Sudah menjadi hal yang lumrah, dirinya kerap mengisi waktu di sungai tersebut. Selain biasa digunakan untuk memancing, dirinya pun sering menggunakan sungai itu untuk mandi dan berenang.

Meskipun menyelamatkan puluhan siswa, Kodir tetap mengaku bersedih bahwa dirinya tidak berhasil untuk menyelamatkan 10 siswa lainnya, yang akhirnya meninggal dalam tragedi tersebut. Saat evakuasi, banyaknya bebatuan menjadi salah satu hambatan untuk segera menyelamatkan para korban yang tenggelam.

Meski telah menyelamatkan banyak siswa, Kodir tak mampu menyembunyikan kesedihan lantaran ada 10 siswa SMPN 1 Turi yang menjadi korban meninggal dalam tragedi susur sungai itu. Derasnya arus banjir sungai dan banyaknya bebatuan menjadi salah satu kendala dalam membantu mengevakuasi para korban tenggelam.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

 
Copyright © LintasDetik.com
All rights reserved