KASAD Jenderal Andika Perkasa Calon Kuat Sebagai Panglima TNI Menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto
Oleh FDT, 2 Sep 2021
Jabatan Panglima TNI menjadi salah satu posisi strategis dalam sistem pemerintahan di Indonesia, karena panglima TNI akan memimpin salah satu instansi yang memiliki sejarah dalam perjuangan pembangunan Negara Indonesia. Selain itu TNI memiliki peran penting melindungi Indonesia dari ancaman eksternal yang biasanya datang dengan kekuatan besar.
Siapakah yang akan menjadi Panglima TNI menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto yang akan memasuki purnatugas pada November 2021? Panglima TNI menjadi kabar yang menarik perhatian masyarakat sekarang ini. seperti pemberitaan di sejumlah media, ada dua kandidat kuat yang disebut-sebut akan maju menjadi Calon Panglima TNI. Yakni KSAD Jenderal Andika Perkasa dari TNI AD dan Laksamana Yudo Margono yag saat ini menjadi Kepala Staff TNI AL.
Seperti yang dikatakan anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Demokrat Syarief Hasan menilai, KSADASAD Jenderal Andika Perkasa menonjol sebagai calon Panglima TNI. Menurut syarief, kinerja dan performa Andika sebagai Kasad sangat menonjol. Kasad Jenderal Andika Perkasa memiliki sejumlah performa yang baik. Salah satunya melakukan pembenahan sumber daya manusia di Angkatan Darat, seperti meningkatkan skill daripada prajurit, melakukan pembenahan SDM di lingkungan AD meskipun kepala staf yang lain melakukan hal yang sama akan tetapi KSAD Jenderal Andika Perkasa perform sekali.
Seperti kita ketahui bahwa Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan segera pensiun bulan November. Pengajuan calon Panglima TNI merupakan hak prerogatif Presiden. Presiden mengusulkan dua orang calon Panglima TNI kepada DPR untuk mendapatkan persetujuan. Pengajuan kepada DPR ini merupakan bentuk mekanisme check and balances antara lembaga eksekutif, dalam hal ini Presiden dengan lembaga legislatif yaitu DPR.
Calon Panglima TNI Kasad Jenderal Andika Perkasa lahir di Bandung, Jawa Barat 21 Desember 1964, Dia adalah menantu mantan Kepala BIN AM Hendropriyono. Selama bertuga menjadi prajurit TNI AD, Andika Perkasa banyak menghabiskan waktunya untuk pendidikan. Dalm kurun waktu 2003 hingga 2011, ia berada di Washington DC, Amerika Serikat untuk memperoleh pendidikan militer. Dilansir Kompas.com, Andika perkasa pernah mengenyam pendidikan Strata 1 (S1) jurusan Ekonomi di dalam negeri. Dan gelar Strata 2 (S2) dan Strata 3 (S3), Andika Perkasa mendapatkannya saat melanjutkan pendidikan ke Amerika Serikat.
Andika Perkasa adalah lulusan dari George Whasington University, National Defense University, serta Harvard University. Andika Perkasa mengantongi tiga gelar S2, yakni MA, MSc dan Mphil, serta satu gelar S3 PhD. Dibidang kemiliteran, Andika Perkasa adalah lulusan Akademi Militer pada tahun 1987. Setelah lulus dari Akmil, Andika Perkasa bergabung dengan jajaran korps barat merat, Kopassus.
Kariernya dimulai sebagai Komandan peleton hingga berangsur-angsur naik menjadi Dansub Tim 2 Detasemen 81 Kopassus (1998). Lalu Den 81 Kopassus (1995), Danden-621 Yon 52 Grup 2 Kopassus (1997), Pama Kopassus (1998), dan Pamen Kopassus (1998). Pada tahun 2002 Andika Perkasa diangkat menjadi Danyon 32 Grup 3/ Sanda kopassus. Kemudian kembali bertugas dalam waktu yang singkat, ia kemudian dumutasi menjadi Kepala Seksi Korem 051/WKT Dam Jaya.
Pada tanggal 8 November 2013, Andika diangkat menjadi Kepala Dinas Penerangan Angkatan darat dan pangkatnya dinaikkan menjadi Brigadir Jenderal. Dua hari setelah Jokowi dan wakil presiden saat itu, Jusuf Kalla dilantik, Andika Perkasa ditunjuk sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan pangkatnya naik menjadi mayor jenderal. Dua tahun ia mengawal Presiden Jokowi, pada 2016 Andika Perkasa diangkat sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XII Tanjungpura.
Pada tahun 2018, Andika Perkasa diangkat sebagai Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan latihan Angkatan Darat (Dankodiklatad) pangkatnya dinaikkan menjadi letnan jenderal. Tidak menunggu lama. Andika Perkasa kemudian dipercaya menjabat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Ia menggantikan Letjen Eddy Rahmayadi yang mundur karena maju pada pemilu gubernur Sumatera Utara.
Kemudian pada November 2018, Andika Perkasa diangkat menjadi KSAD menggantikan Jenderal TNI Mulyono. Selain menjadi KSAD, Andika Perkasa juga ditunjuk sebagai Ketua Komite Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada agustus 2020.
Artikel Terkait
Artikel Lainnya