Maraknya Penceramah Dipilih karena Hanya Jago Melucu, ini yang Disampaikan Mahfud MD
Oleh Freelancer, 6 Maret 2020
lintasdetik.com - Cukup maraknya penceramah agama yang hanya mengandalkan kelucuan saat berdakwah, disoroti oleh Mahfud MD. Mahfud yang merupakan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan ini, menyampaikan bahwa kedalaman agama penceramah yang hanya mengandalkan kelucuan, diragukan.
Hal ini disampaikan Mahfud saat menjadi salah satu pembicara di agenda Standarisasi Kompetensi Da'i, yang bertempat di Gedung MUI, Jakarta, Kamis (5/3) kemarin. Mahfud mengkritik terhadap media penyiaran mainstream, untuk sebaiknya memilih penceramah yang benar-benar memiliki kapasitas.
"Ini siapa sih yang ngatur tema dan milih ustaznya, di TV kok bisa seperti itu," ucap Mahfud MD.
Mahfud mencoba mencontohkan, misalnya ada penceramah, yang dirinya mengaku sebagai tokoh agama. Sangat baik ketika menyampaikan mengenai cerita dalam ceramahnya dengan dibalut unsur-unsur humor. Namun, saat dicek bacaan Al-Qur'an, masih kurang mumpuni. Sehingga, berdasarkan hal ini Mahfud mendorong kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan juga Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk dapat hadir dan seksama dalam menentukan serta memilih penceramah berkualitas. Tidak hanya sekedar mengejar rating semata. Dirinya berpendapat, dengan kondisi perkembangan media penyiaran di tengah arus persaingan yang begitu ketat, bukan hal yang mustahil televisi lebih memilih penceramah karbitan dalam ilmu agama, namun dapat menghibur audiens nya.
"Orang dikarbit hanya karena bisa ngelucu, bisa cerita horor, bisa mendramatisir masalah lalu dijadikan sebagai da'i," pungkasnya.
Artikel Terkait
Artikel Lainnya