Ternyata, Istana tidak Happy atas Pemecatan Helmy, kenapa?
Oleh Freelancer, 25 Feb 2020
lintasdetik.com - Dipecatnya Helmy Yahya dari kursi Direktur Utama rupanya masih berbuntut panjang. Keputusan yang dilakukan oleh Dewan Pengawas (Dewas) terhadap Helmy ternyata tidak diapresiasi pihak Istana. Hal ini terungkap setelah Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo tidak menyukai atas keputusan pemecatan tersebut. Alasan ini terungkap saat komisi I DPR RI melakukan rapat dengan Menteri Sekretaris Negara.
Anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa dalam rapat tersebut, Pratikno mengungkapkan alasannya. Pemecatan terhadap Helmy lebih terlihat diakibatkan karena pertikaian, bukan didasarkan atas performa.
"Mensesneg (Pratikno) dalam rapat dengan sembilan fraksi Komisi I menyatakan, Presiden (Joko Widodo) tidak happy dengan pemecatan terhadap dirut TVRI karena isunya bukan performa, tapi isunya adalah pertikaian Dewan Pengawas vs Dirut," ujar Farhan di Jakarta, Senin (24/2).
Lebih lanjut Farhan menjelaskan bahwa apa yang dilakukan oleh Dewas sejatinya bertentangan dengan etika politik yang ada. Sebab, Dewas telah melakukan pemecatan sepihak, tanpa melibatkan proses politik di DPR RI.
"Sikap Dewas yang jalan terus melakukan pemecatan dirut dan perekrutan dirut baru dinilai mengabaikan proses politik dengan DPR," ujar Farhan.
Seperti yang diketahui, sebelumnya telah dilakukan mediasi antara Helmy Yahya dengan DPR, yang difasilitasi oleh Menteri Telekomunikasi dan Informatika. Namun, diketahui belakangan ini Helmy lebih memilih mundur dan memiliki rencana untuk membawa masalah yang dialaminya sekaitan dengan pemberhentian dari posisi Direktur Utama ke ranah hukum. (Rm/Red)
Artikel Terkait
Artikel Lainnya