Zulkifli Hasan, Ketua Umum PAN terpilih, Memohon Maaf ke Amien Rais. Ada Apa?
Oleh Freelancer, 13 Feb 2020
LintasDetik.com - Setelah pelaksanaan Kongres V Partai Amanat Nasional (PAN) di Kendari, Ketua Umum terpilih, Zulkifli Hasan, menyampaikan permohonan maafnya kepada Amien Rais. Alasan Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan, karena sempat terjadi kericuhan di arena kongres, sejak Senin (10/2) yang lalu.
Zulhas menyampaikan bahwa dirinya langsung bersilaturahim ke rumah Amien Rais di Yogyakarta untuk memohon maaf.
"Saya mohon maaf ke Pak Amien, Bu Amien, dan keluarga atas apa yang terjadi. Dan, mudah-mudahan pada kesempatan yang tepat nanti, saya akan datang ke Yogya," ujar Zulhas, Rabu (12/2) kemarin.
Seperti diketahui, bahwa Konges PAN V di Kendari sempat diwarnai kericuhan. Hal ini pun diakui oleh Zulhas saat sowan ke Amien Rais. "Tentu, dalam perhelatan ini banyak sekali hal yang oleh tim, bahkan mungkin oleh saya, kadang-kadang, juga keluarga, yang terbawa secara terbuka," ucap Zulhas.
Selain meminta maaf, Zulhas juga menyampaikan rasa terimakasih kepada pendiri partai PAN tersebut. Adapun mengenai posisi Amien Rais, apakah akan kembali menjadi Ketua Dewan Kehormatan PAN, Zulhas mengaku akan terus menjalin komunikasi dengan Amien Rais.
"Komunikasi kan bisa terus-terusan, bisa langsung, bisa melalui (wakil)," ujar Zulhas.
Sosok Amien Rais di PAN
Berbicara PAN, maka tidak lepas dari sosok Amien Rais. Sebelumnya, Amien Rais selalu mendorong bahwa Ketua Umum cukup dipilih selama satu periode saja. Hal ini dapat terlihat, saat proses Kongres sebelumnya, dimana Amien Rais merestui keterpilihan Zulkifli Hasan, dibandingkan dengan Hatta Radjasa yang kala itu sebagai incumbent.
Namun, saat ini restu tersebut sepertinya tidak lagi berpengaruh, karena pilihan Amien Rais, yakni Mulfachri, tidak berhasil mendongkel posisi Zulhas sebagai ketua umum terpilih di Kongres V PAN ini. Keterpilihan Zulhas, menurut Ujang Komarudin - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), sebagai runtuhnya tradisi Ketua Umum PAN satu Periode.
Selain memecahkan tradisi Ketua Umum PAN biasanya hanya satu periode, ada satu tradisi lagi yang terpecahkan, yakni sosok Ketua Umum PAN yang terpilih namun tanpa restu Amien Rais. Ujang menyampaikan bahwa tradisi ini luntur karena Zulhas melawan kebijakan dari Amien Rais kaitan dengan regenerasi pimpinan partai.
Bila berkaca pada kongres sebelumnya, tradisi tersebut memang bisa dikonfirmasi. Saat kongres III PAN di tahun 2010, Hatta Radjasa yang mendapatkan restu Amien Rais, berhasil terpilih. Adapun pada Kongres II, Sutrisno Bachir pun berhasil terpilih karena adanya restu Amien Rais yang kala itu berkontestasi dengan Fuad Bawadzir.
Artikel Terkait
Artikel Lainnya