Apa Itu Tes TOEFL? Perbedaan dengan Tes IELTS

Oleh FDT, 27 Maret 2025
Tes TOEFL (Test of English as a Foreign Language) adalah salah satu ujian standar yang digunakan untuk mengukur kemampuan Bahasa Inggris seseorang, terutama bagi mereka yang tidak menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa ibu. Ujian ini umumnya diperlukan bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan di negara-negara berbahasa Inggris, seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Inggris. Apa itu tes TOEFL? Secara umum, tes ini menilai kemampuan peserta dalam empat bagian utama: mendengarkan, membaca, berbicara, dan menulis.

Terdapat beberapa jenis TOEFL yang sering digunakan, di antaranya adalah TOEFL iBT (Internet-based Test) dan TOEFL PBT (Paper-based Test). TOEFL iBT merupakan bentuk paling umum yang dilakukan secara online dan mencakup semua bagian kemampuan bahasa. Sementara itu, TOEFL PBT lebih jarang digunakan dan hanya ditawarkan di lokasi yang tidak memiliki akses internet. Meskipun begitu, sebagian besar institusi pendidikan lebih memilih hasil dari TOEFL iBT karena lebih akurat dalam mengukur kemampuan komunikasi sehari-hari.

Selain TOEFL, ujian lain yang juga sering digunakan untuk tujuan yang sama adalah IELTS (International English Language Testing System). Meskipun kedua ujian ini memiliki tujuan yang sama, yaitu menilai kemampuan Bahasa Inggris, terdapat beberapa perbedaan mendasar di antara keduanya. Salah satu perbedaan utama adalah format ujian dan cara penilaiannya.

Dalam tes TOEFL, peserta akan mendapatkan skor dari 0 hingga 120, yang merupakan akumulasi dari empat bagian yang dinilai. Setiap bagian diberikan skor dari 0 hingga 30. Sementara itu, dalam tes IELTS, skor diberikan dalam bentuk band dari 0 hingga 9, yang mencakup penilaian untuk setiap bagian, dan rata-rata skor band tersebut menjadi hasil akhir.

Perbedaan lainnya terletak pada metode tes berbicara. Dalam ujian TOEFL, bagian berbicara dilakukan dengan cara merekam jawaban peserta melalui komputer, sementara dalam IELTS, peserta berbicara langsung dengan seorang penguji yang akan menilai kemampuan berbicara mereka secara langsung. Hal ini dapat memberikan pengalaman yang lebih realistis dalam interaksi sehari-hari.

Ketika mempersiapkan ujian, banyak calon peserta yang memilih mengikuti tryout TOEFL. Tryout TOEFL merupakan tes simulasi yang dirancang untuk membantu peserta memahami format soal, waktu yang tersedia, dan tingkat kesulitan yang akan dihadapi. Melalui tryout ini, peserta dapat merasakan suasana ujian yang sesungguhnya dan mengevaluasi kemampuan mereka sebelum mengikuti ujian resmi. 

Selain itu, tryout TOEFL juga sering kali disediakan oleh lembaga pendidikan atau lembaga kursus Bahasa Inggris, dengan tujuan membantu calon siswa untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin. Dengan mengikuti tryout, peserta dapat mengidentifikasi area mana yang perlu mereka perbaiki dan meningkatkan kepercayaan diri dalam kemampuan berbahasa Inggris mereka.

Baik TOEFL maupun IELTS memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga pilihan antara keduanya biasanya bergantung pada kebutuhan individu dan persyaratan dari institusi pendidikan yang diinginkan. Oleh karena itu, penting bagi calon peserta untuk melakukan riset dan memahami apa itu tes TOEFL dan bagaimana ujian ini berbeda dari IELTS, serta memperhatikan informasi terkait jenis TOEFL yang akan diambil.

Dengan demikian, baik peserta yang memilih TOEFL maupun IELTS, penyediaan materi belajar yang memadai dan latihan yang cukup melalui tryout TOEFL adalah kunci untuk mencapai hasil yang memuaskan. Setiap individu harus mempersiapkan diri dengan baik dan memahami bentuk ujian yang akan mereka hadapi untuk dapat meraih skor yang dibutuhkan dalam pendidikan atau karier mereka. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

 
Copyright © LintasDetik.com
All rights reserved