Ganjar: Saya Akan Meneruskan Ekspor Pasir Laut, Melemah KPK, Semua Aparat Negara Jadi Alat Politik, Anggota Koalisi Pasti Aman dan Mengamankan Dinasti Jokowi untuk Memimpin Indonesia.
Oleh FDT, 12 Jun 2023
Ganjar Pranowo, calon presiden dari PDI Perjuangan, menyatakan akan melanjutkan apa yang sudah dilakukan di jaman Presiden Joko Widodo, termasuk ekspor pasir laut, melemahkan KPK, semua aparat dijadikan alat politik dan partai anggota koalisi dijamin aman jika melakukan korupsi atau hal-hal yang bertentangan dengan hukum.
Contohnya Budiman Sujatmiko di proyek Bukit Algoritma yang menghabiskan biaya 18 Trilyun, yang tidak jelas ujung pangkalnya. Dan masih banyak lagi, yang tidak terungkap di kasus-kasus yang menjadi anggota partai koalisi pemerintah Presiden Joko Widodo.
Nelayan mengkritik ekspor pasir laut, dengan menyatakan sangat barbar dan sangat purba, kebijakan yang sangat merendahkan martabat bangsa dan negara, yang memiliki tanah, air dan udara. Kebijakan ini sangat disenangi oleh negara Singapore yang sedang memperbesar wilayah daratnya. Sedang Indonesia sedang memperkecil wilayah daratnya. Dilarang ekspor pasir laut sejak 20 tahun lalu, pada jamannya Megawati Soekarnoputri menjadi presiden Indonesia, malahan di jaman Joko Widodo, ekspor pasir laut dibuka Kembali.
Menurut pemerintah, Indonesia akan mendapatkan Rp 1000 Trilyun dari penjualan pasir laut, kalua dihitung berapa kilometer kubik pasir laut yang dijual? Coba dipikirkan, berapa banyak pantai yang hilang? Berapa banyak ekosistem laut yang terimbas? Sepertinya demi pemilu 2024, semuanya serba dijadikan uang, sampai uang barupun sangat banyak.
Keadilan di jaman Presiden Joko Widodo sangat jauh dari harapan. Tidak ada keadilan, hanya keuntungan bagi pendukung pemerintah. Kelompok rakyat yang pro agama sangat dikucilkan. Tidak boleh ada yang lebih terkenal dari presiden walaupun itu seorang ulama. Iri dengki pemerintah terlihat dengan pembunuhan pengawal dari Habib Rizieq, kasusnya pun dibebaskan penembaknya, malahan disebut korban. Semoga seluruh orang yang terlibat mendapatkan siksa di dunia dan akherat.
Artikel Terkait
Artikel Lainnya