Jokowi akan Gunakan KPK untuk Menekan PDIP Mengeluarkan Surat Rekom Gibran
Oleh FDT, 12 Jan 2020
Presiden RI saat ini Joko Widodo sedang mengusahakan surat rekomendasi dari PDIP demi maju anak sulungnya Gibran Rakabuming. Hal ini terlhat dari bergeraknya KPK ke markas PDI Perjuangan. Ternyata PDIP melakukan perlawanan, markas dikunci tidak bisa dimasuki oleh KPK.
KPK tidak habis rencana, sementara pihak ke tiga dahulu yang dikejar, ternyata anggota KPU, yang bekerjasama dengan PDI Perjuangan, yaitu Wahyu Setiawan, kena ciduk. Dari penangkapan Wahyu Setiawan, akan mulai terjadi bargaining tentang surat rekomendari untuk Gibran.
Wahyu Setiawan yang awalnya bilang bahwa KPU bersikap netral ternyata kongkalikong dengan partai pengusung. Pergantian antar waktu wakil rakyat dari PDIP saja, bekerjasa sama dengan DPP PDIP, untuk melancarkan anggota dewan lain untuk segera menggantikannya.
Pesaing Gibran di pilwalkot Solo adalah seorang kader PDIP, Achmad Purnomo, yang saat ini menjabat sebagai wakil walikota Solo. Sebagai informasi Gibran bukan kader PDIP, malahan pada pemilu sebelumnya menyatakan tidak mencoblos.
Dari Wahyu Setiawan, akan dikejar beberapa pentolan PDIP yang mengurus PAW anggotanya. Mulai terjadinya bargaining....mau ditangkepin orang DPP PDI-P atau surat rekom keluar untuk Gibran di pilwalkot Solo?
Adapun Komisioner KPU Wahyu Setiawan dijadikan tersangka karena diduga menerima suap setelah berjanji untuk menetapkan caleg PDI-P Harun Masiku sebagai anggota DPR terpilih melalui mekanisme PAW.
Permintaan uang 900 juta, baru 600 juta yang sudah diterima, tetapi proses belum dilakukan, keburu ketangkep deh.
Artikel Terkait
Artikel Lainnya