Selain Genetik, Inilah Faktor yang Dapat Meningkatkan Risiko Seseorang Terkena Kanker

Oleh FDT, 26 Maret 2024
Kanker adalah salah satu penyakit penyebab kematian terbanyak setelah penyakit jantung. Hingga saat ini, belum ditemukan ada obat yang benar-benar bisa menyembuhkan kanker. Akan tetapi penyakit ini dapat dicegah bila saja dengan mengetahui dan menghindari berbaga faktor risiko pemicunya. Kanker merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya sel abnormal yang berkembang tanpa terkendali dan memiliki kemampuan untuk menyerang dan berpindah antar sel dan jaringan tubuh.

Banyak faktor penyebab kanker dan meningkatkan risiko kanker. Belum diketahui secara pasti apa yang dapat membuat sel kanker dalam tubuh seseorang berkembang. Meski demikian, para peneliti percaya bahwa faktor berikut dapat meningkatkan risiko seseorang terhadap kanker.


Makanan


Anjuran untuk makan makanan yang bergizi seimbang bukanlah tanpa alasan. Sebab bila tak berhati-hati, makanan yang Anda konsumsi bisa saja menimbulkan bahaya untuk kesehatan seperti kanker. Konsumsi makanan yang mengandung terlalu banyak gula dan tinggi lemak dapat menyebabkan obesitas. Obesitas sendiri sudah dikenal sebagai salah satu faktor yang dapat membuat risiko terhadap penyakit kronis seperti kanker meningkat.


Genetik


Kanker terjadi karena adanya kesalahan gen saat membelah diri. Alhasil, sel jadi tidak normal dan tumbuh tak terkendali. Gen ini bisa diturunkan dari orang tua kepada anak-anaknya. Akan tetapi memiliki keluarga dengan riwayat kanker bukan berarti Anda pasti juga akan terkena kanker. Angka kejadian kanker karena keturunan akibat langsung dari cacat gen ini hanya mencapai 5-10% dari total kasus keseluruhan. Hanya saja, risiko Anda terhadap penyakitnya tetap lebih tinggi daripada orang-orang yang tidak mewarisi gen kanker.


Merokok


Racun dalam asap rokok dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh jadi lebih sulit untuk membunuh sel kanker. Bila ini terjadi, sel kanker akan terus tumbuh dan berkembang tanpa henti. Selain itu zat yang terkandung pada rokok bisa merusak atau mengubah DNA sel. DNA yang rusak akan membuat sel mulai tumbuh di luar kendali dan menimbulkan tumor kanker. Kebiasaan merokok sseringkali menjadi penyebab kematian akibat kanker. Dan kebanyakan kasus kanker paru-paru terjadi karena kebiasaan merokok.


Usia


Pada umumnya kanker menyerang orang-orang yang telah memasuki usia lanjut. Semakin tua, tubuh sudah lebih banyak terkena paparan karsinogen (pemicu kanker) dan mengalami peradangan. Selain itu, kemampuan tubuh dalam menemukan dan menghancurkan sel-sel prakanker jadi kurang efisien. Akan tetapi kanker juga bisa menyerang orang0orang berusia muda atau anak-anak.


Konsumsi Alkohol Berlebihan


Kebiasaan konsumsi alkohol yang berlebih dapat memberikan pengaruh yang buruk pada kesehatan tubuh. Bahkan, kebiasaan ini dapat menjadi salah satu faktor risiko kanker. Ketika Anda minum alkohol, tubuh akan memecahnya menjadi zat kimia yang disebut asetaldehida. Asetaldehida dapat merusak DNA dan mencegah tubuh memperbaiki kerusakan tersebut. Ketika DNA rusak, maka sel dapat tumbuh diluar kendali dan akan menciptakan tumor hingga kanker.

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah kanker adalah makan makanan yang sehat dengan porsi tidak berlebihan, membatasi minuman beralkohol, olahraga dengan rutin dan berhenti merokok. Jika Anda memiliki keluarga dengan riwayat kanker, alangkah baiknya Anda menjalani skrining secara berkala.

Tes skrining dapat membantu mendeteksi kanker pada tahap awal sebelum gejala muncul. Semakin cepat kanker terdeteksi, maka penyakit mungkin akan lebih mudah untuk diobati. Demikianlah ulasan tentang pencegah dan penyebab kanker. Dengan mengetahui penyebabnya, Anda bisa lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatan. Semoga bermanfaat.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

 
Copyright © LintasDetik.com
All rights reserved