rajabacklink

Dunia Terancam Resesi Ekonomi, Dampak Virus Corona

11 Maret 2020  |  64xDitulis oleh : Freelancer
Dunia Terancam Resesi Ekonomi, Dampak Virus Corona

lintasdetik.com - Virus Corona mulai menunjukkan dampak yang mengkhawatirkan, salahsatunya adalah ancaman resesi global, dimana hal ini membuat para investor di pasar keuangan mengalami ketakutan. Virus Corona, bila tidak segera teratasi, dapat menimbulkan resesi ekonomi. Hal inipun sudah terlihat dari keputusan Italia, dimana negara tersebut melakukan semi-lockdown terhadap sebagian besar kota di bagian utara, termasuk Milan. Resesi global pun diperlihatkan dengan tanda-tanda lain, seperti jatuhnya harga minyak dan meningkatnya wabah virus corona di Amerika Serikat.

Sehingga, para ekonom akhirnya perlu untuk melakukan koreksi terhadap prediksi mereka kaitannya dengan kondisi perekonomian global. Sebagian besar ekonom, memprediksi, bahwa wabah virus Corona, berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi, dan meyakini akan terjadinya kontraksi di kuartal pertama dan kedua pada tahun ini.

Joachim Fels, Ekonom dari PIMCO, menyatakan bahwa resesi ekonomi kemungkinan terjadi di Amerika Serikat dan Eropa. Adapun Jepang, dirinya meyakini bahwa kemungkinan besar negara tersebut sudah mengalami resesi.

"Dalam pandangan kami, yang terburuk bagi perekonomian masih akan datang selama beberapa bulan ke depan," jelas Fels.

Sebenarnya, apa yang dapat memicu resesi global?

Pada akhirnya, wabah virus Corona berdampak terhadap aktivitas masyarakat. Orang-orang terpaksa untuk tinggal di rumah dan menghindari perjalanan. Hal ini, akhirnya berdampak juga terhadap permintaan tiket penerbangan, kamar hotel, sampai dengan makan di Restoran.

Sisi lain, pemberhentian operasi pabrik di negara lain, seperti China, akan menambah gangguan, terutama kaitan dengan rantai pasokan dunia.

Wabah Corona bila tidak segera tertangani, akan semakin besar upaya untuk mengatasinya, dan berpengaruh besar juga terhadap perekonomian global. Saat ini, semuanya sedang berada pada ketidakpastian.

"Panjang dan dalamnya kontraksi ekonomi global sangat tergantung pada apakah petugas kesehatan dapat memperlambat penyebaran virus melalui peningkatan pengujian, pembatasan pertemuan massal, dan karantina orang yang terinfeksi," ucap Jan Hatzius, ata Kepala Ekonom Goldman Sachs.

Salah satu negara yang paling terkena dampak dari wabah Corona, adalah China. China mengalami kontraksi ekonomi pertama sejak 1970-an, karena sepanjang Februari kemarin, aktivitas negara ini begitu terganggu.

Adapun bila wabah Corona secara global berada di atas angka 100.000 kasus, serta kebijakan-kebijakan pembatasan semakin meluas di negara-negara lain, hal ini akan menguatkan tekanan yang semakin parah terhadap ekonomi global.

Neil Shearing, Kepala Ekonom Capital Economics, mengatakan bahwa dirinya melihat adanya resesi yang tajam, namun mungkin dalam jangka pendek. Hal ini sebagai skenario yang paling buruk, melihat perubahan yang begitu cepat.

Sementara itu, Chetan Ahya selaku kepala ekonom Morgan Stanley, mengatakan pada paruh pertama di tahun ini, pertumbuhan global akan mengalami suatu kejutan yang cukup besar.

Dirinya memperkirakan, bahwa pertumbuhan PDB akan terjun ke tingkat tahunan 2,3 persen, sebelum dapat pulih menjadi 3,1 persen di enam berikutnya. Hal ini pun bila didorong oleh stimulus pemerintah dan juga bank sentral.

Namun, lain cerita bila wabah ini semakin meluas, melebih bulan April. Kerugian perusahaan disinyalir akan lebih besar dibandingkan perkiraan sebelumnya. Selain itu, ekonomi global akan memasuki resesi. Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang, akan mengalami ressi, atau setidaknya dua perempat kontraksi berturut-turut.

Namun, kontraksi yang dimaksud yang diakibatkan atas wabah ini, akan terlihat cukup berbeda dengan krisis keuangna yang terjadi pada tahun 2008. Pemulihan akan terjadi, ketika rumah tangga maupun bank-bank, perlahan kembali seperti biasa. Adapun coronavirus crunch, diharapkan dapat menjadi rebound cepat setelah wabah ini berhasil dikendalikan.

Pernyataan para ekonom dunia itu pun diamini dengan pengaruhnya terhadap pasar modal Indonesia. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kian bikin jantung berdebar, yang dikhawatirkan sebagai dampak resesi global.

marsangap P. Tamba, Direktur Utama PT Danareksa Invesment Management (DIM), menjelaskan kondisi ini. Bahwa, investor akan merasakan deg-degan melihat potensi resesiekonomi, akan terus berlanjut sampai ada kepastian. Kepastian yang dimaksud menurut Marsangap, adalah hadirnya data yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi.

Dirinya menambahkan, saham yang berharga murah di IHSG sebagai dampak Corona, menurutnya masih terlalu beresiko untuk dimasuki.

"Kalau dibilang murah itu to early. Karena sampai sekarang belum ada yang confirm penurunannya sampai mana. Kita DIM tidak akan agresif beli di harga sekarang sampai kita lihat pertumbuhan ekonomi kuartal I kelihatan angkanya," ungkap Marsangap, di Jakarta, Selasa (10/3).

Fluktuasi di pasar saham memiliki kecenderungan yang masih juga tinggi. Para pelaku pasar, masih menunggu data pertumbuhan ekonomi kuartal I-2020 keluar.

"Tapi data kuartal I keluar akhir April atau Mei. Lalu nanti pasar masih mencerna dulu data makro kuartal I. Makanya swing terbesar akan terjadi di kuartal II," tambah Marsangap.

Selain kondisi yang disampaikan, masih ada harapan untuk rebound, bilamana pertumbuhan ekonomi masih berada di atas 5%. Saat rebound itulah, waktu yang tepat untuk belanja saham.

"IHSG yang paling besar kan di perbankan. Perbankan kan masih bagus, pertumbuhan kredit juga masih high single digit. Investor akan melihat apakah benar kondisi ekonomi sangat melambat," pungkasnya.

Baca Juga:
Cara Mudah Hard Reset Smartphone Xiaomi Untuk Semua Model

Cara Mudah Hard Reset Smartphone Xiaomi Untuk Semua Model

Tekno      

9 Apr 2019 | 293 FDT


Smartphone sekarang ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, karena hampir seluruh aktifitas yang dilakukan menggunakan smartphone. Dari mulai berbagi kabar berita, pesan dan ...

Keuntungan Dan Pentingnya Menggunakan SSL Certificate Untuk Sebuah Website Bisnis

Keuntungan Dan Pentingnya Menggunakan SSL Certificate Untuk Sebuah Website Bisnis

Ulasan      

6 Nov 2019 | 248 FDT


Keuntungan Dan Pentingnya Menggunakan SSL Certificate Untuk Sebuah Website Bisnis - Perkembangan platform situs website kini banyak dimanfaatkan oleh beberapa pihak yang kurang ...

Corona Effect, Karyawan Hotel Sudah Mulai Ada yang Dirumahkan karena Penurunan Turis yang Menginap

Corona Effect, Karyawan Hotel Sudah Mulai Ada yang Dirumahkan karena Penurunan Turis yang Menginap

Nasional      

10 Maret 2020 | 82 Freelancer


lintasdetik.com - Virus Corona sudah mulai berdampak terhadap perekonomian di Indonesia. Salah satunya, menurunkan tingkat keterisian dari hotel atau okupansi hotel yang ada di ...

Tips Perawatan Kulit Wajah dan Tubuh Di Usia 40 Tahun

Tips Perawatan Kulit Wajah dan Tubuh Di Usia 40 Tahun

Tips      

20 Mei 2019 | 218 FDT


Semakin bertambah umur kulit semakin memerlukan perawatan. Apalagi memasuki usia 40 tahunan, kulit wajah akan menunjukan penuaan. Masalah yang sering yang dihadapi biasanya kulit menjadi ...

Bagi Anda Warga DKI Jakarta, Ini Langkah Penanggulangan Virus Corona yang Disampaikan oleh Anies

Bagi Anda Warga DKI Jakarta, Ini Langkah Penanggulangan Virus Corona yang Disampaikan oleh Anies

Nasional      

3 Maret 2020 | 191 Freelancer


lintasdetik.com - Bagi Anda warga DKI Jakarta, bila merasakan gejala mirip seperti yang terjangkit virus Corona, diharapkan untuk segera melapor melalui nomor 112 atau 119. Hal inilah ...

Imported Case, Istilah ini Sering Disebut dalam Kasus Virus Corona. Apa Artinya?

Imported Case, Istilah ini Sering Disebut dalam Kasus Virus Corona. Apa Artinya?

Nasional      

11 Maret 2020 | 40 Freelancer


lintasdetik.com - Hingga Selasa malam (11/3), tercatat kenaikan kasus positif virus Corona COVID-19 di Indonesia. Saat ini, tercatat 27 kasus terjadi, dan sebagian dari kasus yang ada ...

Copyright © LintasDetik.com 2018 - All rights reserved