rajabacklink

Kepala BPIP Puasa Bicara karena Sempat Membuat Pernyataan Kontroversi, Pengamat: Itu Tidak Bijak!

1 Maret 2020  |  139xDitulis oleh : Freelancer
Kepala BPIP Puasa Bicara karena Sempat Membuat Pernyataan Kontroversi, Pengamat: Itu Tidak Bijak!

lintasdetik.com - Puasa bicara yang dilakukan oleh Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian wahyudi, dinilai keputusan yang kurang bijak. Hal ini disampaikan oleh Emrus Sihombing, pengamat komunikasi Politik dari Universitas Pelita Harapan. Emrus berpendapat, Yudian adalah pejabat publik yang malah seharusnya perlu untuk menyampaikan hasil kinerjanya kepada publik.

"Menurut saya itu sangat tidak bijak, sebagai pejabat publik dia harus bertanggungjawab kepada tugas-tugasnya," ujar Emrus, Ahad (1/3).

Seperti yang diketahui, sebelumnya Yudian sempat beberapa kali mengeluarkan pernyataan kontroversial. Yudian sempat menyebut bahwa agama adalah musuh besar dari Pancasila. Sontak, pernyataan ini mengundang ragam reaksi, termasuk dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). MUI bahkan mendesak agar Presiden Jokowi segera mencopot Yudian dari jabatannya sebagai Kepala BPIP. Kejadian inilah yang akhirnya membuat Yudian memilih untuk diam. Yudian seharusnya lebih sering untuk berbicara di depan publik, karena ini menyangkut dengan tanggungjawabnya sebagai Kepala BPIP.

"Saya berani mengatakan, satu detik pun tidak boleh berhenti mewacanakan tentang Pancasila kita. Kalau memang itu momentum yang pas, tidak boleh tutup mulut atau diam, tidak boleh. Sebagai pejabat publik dia harus menyampaikan tanggung jawabnya itu," jelas Emrus, yang juga sebagai direktur eksekutif Lembaga Emurs Corner.

Selain menyampaikan pandangannya, Emrus juga memberikan masukan agar Yudian belajar banyak tentang tata cara berkomunikasi di hadapan publik, agar tidak terjadi kembali kesalahan yang sama.

"Sebagai kepala BPIP dia perlu mempunyai kemampuan, kedewasaan komunikasi di ruang publik," saran Emrus.

Perlu diketahui, sebelumnya Yudian memilih untuk berpuasa dalam berbicara selama setahun. Hal ini akui dirinya untuk menghindari permasalahan yang sempat membuat ramai, beberapa waktu yang lalu. 

"Kira-kira setahunlah (puasa bicara), saya belajar dulu. Semua yang permulaan khan sulit ya. Harus belajar dulu, mengamati-amati dulu," kata dia, saat menolak permintaan wawancara sejumlah awak media, di Yogyakarta (29/2).

"Nanti rencananya kalau ada gini (wawancara) harus pakai draft agar saya tidak kepleset-lah. Ini demi kebaikan republik," lanjutnya.

Dirinya pun mengakui sudah mendapatkan imbauan dari DPR RI agar selalu menggunakan naskah tertulis yang telah dipersiapkan saat berbicara di depan publik. Yudian mengakui tersebut sebagai nasihat yang dia terima.

"Itu yang namanya kalau dalam Islam amar ma'ruf nahi munkar. Amar ma'ruf itu DPR memerintahkan kepada saya melakukan yang baik-baik. Kalau di depan publik pakai draft gitu, pakai humas kaya gitu jadi subjektivitas saya tidak terlalu menonjol," kata dia.

"Yang dibilang munkar ya tadi. Kalau kepleset ngomong kan munkar, dalam arti luas. Jadi saya terima ini sebagai nasihat," pungkasnya. (Rm/Red)

Baca Juga:
Ami, Mobil Mirip Mesin Cuci, namun Ramah Lingkungan

Ami, Mobil Mirip Mesin Cuci, namun Ramah Lingkungan

Tekno      

29 Feb 2020 | 175 Freelancer


 lintasdetik.com - Mobil listrik kembali hadir, kali ini Citroen memperkenalkannya. Mobil listrik ini ditargetkan untuk segmentasi dengan harga yang sangat rendah. Kendaraan ini ...

Imported Case, Istilah ini Sering Disebut dalam Kasus Virus Corona. Apa Artinya?

Imported Case, Istilah ini Sering Disebut dalam Kasus Virus Corona. Apa Artinya?

Nasional      

11 Maret 2020 | 38 Freelancer


lintasdetik.com - Hingga Selasa malam (11/3), tercatat kenaikan kasus positif virus Corona COVID-19 di Indonesia. Saat ini, tercatat 27 kasus terjadi, dan sebagian dari kasus yang ada ...

Maraknya Penceramah Dipilih karena Hanya Jago Melucu, ini yang Disampaikan Mahfud MD

Maraknya Penceramah Dipilih karena Hanya Jago Melucu, ini yang Disampaikan Mahfud MD

Nasional      

6 Maret 2020 | 12 Freelancer


lintasdetik.com - Cukup maraknya penceramah agama yang hanya mengandalkan kelucuan saat berdakwah, disoroti oleh Mahfud MD. Mahfud yang merupakan Menteri Koordinator Bidang Politik, ...

Menkumham Diminta Sediakan "Bilik Cinta" bagi Narapidana di Lapas

Menkumham Diminta Sediakan "Bilik Cinta" bagi Narapidana di Lapas

Nasional      

24 Feb 2020 | 119 Freelancer


lintasdetik.com - Meskipun sebagai tahanan, napi dianggap memiliki hak untuk menyalurkan hasrat biologisnya. Demikian, alasan anggota Komisi III DPR RI, Safaruddin, yang meminta kepada ...

PT Alif Khadafi Indonesia Jasa Sewa Mobil PJU dan Alat Berat Terbaik Di Jabodetabek

PT Alif Khadafi Indonesia Jasa Sewa Mobil PJU dan Alat Berat Terbaik Di Jabodetabek

Ulasan      

23 Maret 2020 | 86 FDT


Mobil PJU atau mobil skylift mempunyai kegunaan dan desain yang sama. Jika mobil skylift memiliki fungsi untuk perbaikan gedung-gedung di kota besar. Sedangkan untuk mobil pju biasanya ...

Merajalelanya Korupsi dan Moralitas Kekuasaan

Merajalelanya Korupsi dan Moralitas Kekuasaan

Politik      

12 Feb 2020 | 86 Freelancer


Lintasdetik.com - Hariman Siregar dalam kebingungannya dikalangan aktifis, menyampaikan pertanyaan, kenapa jaman Habibie pembobolan Bank Bali hanya Rp. ...

Copyright © LintasDetik.com 2018 - All rights reserved