hijab.id

Kini Italia Menjadi Negara yang Sunyi, karena Kebijakan Karantina Akibat Virus Corona

9 Maret 2020  |  71xDitulis oleh : Freelancer
Kini Italia Menjadi Negara yang Sunyi, karena Kebijakan Karantina Akibat Virus Corona

lintasdetik.com - Corona meluas, kini dampaknya dirasakan langsung di Negara Italia. Saat ini, pemerintah Italia sudah menutup bagian utara dan sebagian tenggara negaranya. Kebijakan ini diambil agar dampak Corona di negara tersebut tidak berdampak luas. Karantina massa ini dimulai sejak hari Ahad, pagi waktu setempat.

Ada sekitar 15 Provinsi di Italia, yang berada dalam kondisi Karantina. Hal ini, termasuk kawasan terkenal di Negara itu, seperti Venesia dan Milan.

Selain melakukan karantina, Pemerintah juga meliburkan kegiatan-kegiatan publik serta membatasi kerumunan, seperti di sekolah, kampus, bahkan kegiatan keagamaan. Tidak tanggung-tanggung, bagi yang melanggar akan diancam penjara selama tiga bulan, dan didenda sebesar 206 euro, atau setara dengan Rp 3,4 juta.

Giuseppe Conte, PM Italia, menyampaikan bahwa kegiatan keluar rumah, hanya dilakukan dalam keadaan genting dan pekerjaan yang penting, serta alasan-alasan kesehatan.

 "Di area yang dikarantina, keluar rumah hanya bisa dilakukan untuk pekerjaan yang penting dan alasan kesehatan," ucap Conte.

Selain kebijakan terhadap 15 provinsi, Conte menambahkan bahwa larangan untuk sementara diberlakukan untuk penyelenggaraan bioskop, museum, maupun kegiatan-kegiatan olahraga. Pelarangan ini berlaku di seluruh Italia. Kegiatan sekolah pun diliburkan sampai dengan 15 Maret.

Selain itu, sesama pengunjung di Bar, Restoran, dan Toko di seluruh italia, diminta untuk saling menjaga jarak, sampai dengan satu meter satu sama lain.

Perlu diketahui, bahwa kasus Corona di Italia melonjak tinggi dalam periode 24 jam menjadi 7.353 kasus. Artinya, kasus di Italia meningkat 25 persen, dengan tingkat kematian meningkat sebanyak 57 persen, menjadi 366 orang. Angka ini merupakan yang terbesar sejak 21 Februari 2020. Adapun angka kematian di Italia, merupakan nomor dua terbanyak di dunia, setelah China.

Banyak wisatawan panik, karena khawatir terkunci di wilayah yang di karantina. Pemberlakuan karantina ini rencananya dilakukan sampai dengan 3 April. Padahal, bagi para wisatawan, Pemerintah Italia telah menyampaikan bahwa kepulangan mereka ke negara asalnya dibebaskan. Bahkan, Bendera dan stasiun Kereta Api tetap terbuka.

Masyarakat Italia yang panik ditenangkan oleh pemerintah setempat. Seperti yang dilakukan Gubernur Lombardy Attilio Fontana, yang berupaya menenangkan publik agar tidak sampai panik dan melakukan penimbunan barang. Kepanikan warga tersebut sudah ramai sebelum Conte menandatangani dekrit untuk mengarantina 16 juta masyarakatnya.

"Kami menghadapi keadaan darurat nasional. Kami memilih dari awal untuk mengambil garis kebenaran dan transparansi dan sekarang kami bergerak dengan kejernihan dan keberanian, dengan keteguhan dan tekad," ungkap Conte.

Saat ini, ada sekitar 1.239 WNI yang berada di wilayah Italia, yang terdampak kebijakan karantina. KBRI Roma terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat guna menjamin kondisi WNI yang ada disana.

Berita Terkait
Baca Juga:
Perindah Interior Ruangan Anda Dengan Gorden Cantik Dan Berkualitas Dari Raja Gorden

Perindah Interior Ruangan Anda Dengan Gorden Cantik Dan Berkualitas Dari Raja Gorden

Ulasan      

3 Des 2019 | 177 FDT


Perindah Interior Ruangan Anda Dengan Gorden Cantik Dan Berkualitas Dari Raja Gorden - Gorden merupakan perlengkapan interior yang berfungsi sebagai penghalang pandangan dari luar dan ...

Rental Mobil Crane & Mobil Pju Termurah dan Terpercaya

Rental Mobil Crane & Mobil Pju Termurah dan Terpercaya

Ulasan      

9 Maret 2020 | 100 FDT


Rental Mobil Crane & Mobil Pju Termurah dan Terpercaya - Dalam sebuah pembangunan besar tentunya seorang pemimpin bangunan benar-benar membutuhkan adanya bantuan alat-alat berat ...

Keuntungan Dan Kemudahan Menggunakan Jasa Konsultanku.com Dalam Pengurusan SIUJK

Keuntungan Dan Kemudahan Menggunakan Jasa Konsultanku.com Dalam Pengurusan SIUJK

Ulasan      

29 Okt 2019 | 88 FDT


Keuntungan Dan Kemudahan Menggunakan Jasa Konsultanku.com Dalam Pengurusan SIUJK - Adanya usaha jasa konstruksi sangat berpengaruh terhadap perkembangan suatu daerah. Dengan adanya ...

Ikuti 5 Tips ini Agar Anda selalu Sehat Meski di Musim Hujan!

Ikuti 5 Tips ini Agar Anda selalu Sehat Meski di Musim Hujan!

Tips      

24 Feb 2020 | 79 Freelancer


LintasDetik.com - Saat ini kita sedang memasuki musim hujan, dimana tubuh kita akan rentan sekali sakit. Namun jangan sampai tubuh kita ini terserang oleh penyakit, sehingga segala ...

koruptor indonesia

Mayoritas Koruptor Kelas Kakap Indonesia dari Etnis Tionghoa, Masa Gubernur Ibu Kota juga Mau Etnis Tionghoa?

Nasional      

14 Maret 2020 | 149 FDT


Sejarah mencatat, prilaku buruk dari etnis china, sejak jaman kemerdekaan, etnis tionghoa tidak mengakui kemerdekaan Indonesia, mereka ingin bergabung dengan penjajah karena merasa nyaman, ...

Akhirnya, Turki dan Rusia mencapai Kesepakatan atas Konflik di Suriah, Begini Kesepakatannya

Akhirnya, Turki dan Rusia mencapai Kesepakatan atas Konflik di Suriah, Begini Kesepakatannya

Kuliner      

6 Maret 2020 | 14 Freelancer


lintasdetik.com - Setelah sempat memanas, akhirnya Turki dan Rusia, mengumumkan gencatan senjata militer di Idlib, Kamis (5/3) waktu setempat. Keputusan ini terjadi setelah ...

Copyright © LintasDetik.com 2018 - All rights reserved