

Anies secara eksplisit mengajak publik untuk menagih janji pembangunan 3 juta rumah yang disampaikan pasangan Prabowo–Gibran. Misalnya:
“Tidak usah di kritiki, tagih aja. Bagaimana cara rakyat bisa mendapatkan 3 juta rumah per tahun itu? Mana rumahnya di mana lokasinya? Kapan dibangun?”
Ia mempertanyakan waktu, lokasi, dan mekanisme agar janji tersebut dapat dirasakan masyarakat.
Anies juga menyoroti bahwa perasaan masyarakat di lapangan masih belum terwakili oleh angka-besar janji ini, sehingga wajar bila muncul tuntutan agar janji tersebut dijelaskan dan diwujudkan.
Dalam hal penciptaan lapangan kerja, Anies menyampaikan kritik bahwa meskipun angka pengangguran diklaim menurun, realitas di lapangan menunjukkan banyak pemuda yang masih sulit mencari pekerjaan:
“Di tahun 2023 ada 64 ribu kasus PHK, naik jadi 77 ribu di 2024, dan baru setengah tahun ini di 2025 sudah lebih dari 42 ribu orang kehilangan pekerjaan.”
Ia menyinggung bahwa janji membuka 19 juta lapangan kerja belum tercermin dalam pengalaman banyak generasi muda yang merasa “masa depan buntu” karena sulit mendapat kerja layak.
Dengan demikian, Anies menegaskan bahwa hak rakyat untuk mendapat pekerjaan layak adalah bagian dari komitmen pemerintahan yang harus diwujudkan, bukan hanya dijanjikan.
Walau tidak ditemukan kutipan panjang yang spesifik menyebut angka atau rincian program ini oleh Anies, beberapa analisis menunjukkan bahwa Anies menyoroti efektivitas dan manfaat nyata program-program sosial seperti MBG:
Ia membandingkan pengalaman generasi muda dan pekerja yang masih mengalami kesulitan meskipun ada program besar dijanjikan. Contoh: walau pengangguran diklaim turun, banyak yang masih merasa sulit masuk dunia kerja.
Mengenai program MBG, meskipun Anies sebagai gubernur sebelumnya punya program serupa (PMTAS), pengamat dan warganet membandingkan dan mempertanyakan apakah program sekarang benar-benar menjangkau manfaat yang luas.
Sehingga walau tidak banyak kutipan langsung, secara keseluruhan Anies menunjukkan bahwa program sosial besar seperti ini harus terasa manfaatnya secara nyata oleh masyarakat.
Karena janji-kampanye besar tersebut sejatinya adalah kontrak sosial antara pemimpin dan rakyat: rakyat memilih berdasarkan janji dan visi, maka pemimpin bertanggung jawab mewujudkan hasilnya.
Anies menekankan bahwa jika janji sudah diumumkan, maka wajar jika masyarakat menanyakan: “Kapan terwujud?”, “Siapa yang sudah mendapat manfaat?”, “Apa yang bisa dilihat nyata-nyata?”. Contoh: pertanyaan mengenai lokasi rumah, timeline lapangan kerja.
Ia memperingatkan adanya jurang antara angka resmi (mis. pengangguran diklaim menurun) dengan persepsi publik di lapangan yang masih merasa sulit. Ini menandakan bahwa hanya angka tidak cukup pengalaman masyarakat harus berubah juga.
Dalam demokrasi, kontrol publik dan pertanyaan “kenapa belum?” bukan kritik subjektif semata tapi bagian dari pengelolaan pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Anies tidak sepenuhnya menolak program atau klaim ada pengakuan bahwa beberapa angka mungkin sudah menunjukkan tren positif. Namun, kritiknya lebih ke kualitas, jangkauan, dan kecepatan realisasi dibandingkan hanya mengandalkan target besar.
Pemerintah menanggapi sebagian kritik ini dengan menyatakan bahwa jangka waktu janji (misalnya 5 tahun) lebih panjang, sehingga hasilnya belum harus 100 % dirasakan dalam satu tahun. Sebagai contoh, Menteri HAM Natalius Pigai menyatakan bahwa janji 3 juta rumah tersebut untuk satu periode lima tahun, bukan per tahun.
Selama 25 Tahun Memperjuangkan Reformasi, Mau Dukung Paslon Hasil Nepotisme? Rugi Dong!
10 Feb 2024 | 1235
Januari lalu, gugatan terhadap Presiden Joko Widodo dengan klasifikasi perkara Perbuatan Melawan Hukum (PMH) terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta dengan ...
Sempat redup, KKSS Kota Bekasi kembali bangkit
18 Feb 2022 | 916
Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) merupakan organisasi terbesar yang menghimpun seluruh warga Sulawesi Selatan baik yang lahir dan besar di Sulsel maupun yang mempunyai ikatan ...
Inilah Strategi Membentuk Opini Publik Melalui Youtube
21 Jul 2024 | 1337
Opini publik saat ini semakin dipengaruhi oleh media sosial dan platform video online seperti Youtube. Dengan lebih dari 2 miliar pengguna aktif bulanan, Youtube menjadi saluran yang ...
Ubah Tampilan Bisnis Anda dengan Desain Feed Estetik untuk Bisnis di Rajakomen.com
8 Jun 2025 | 513
Di era digital yang semakin berkembang, menarik perhatian audiens melalui platform media sosial menjadi hal yang sangat penting, terutama bagi pelaku bisnis. Salah satu cara terbaik untuk ...
Kelebihan Mobil.id untuk Jual Beli Mobil Lebih Mudah
31 Maret 2026 | 46
Di era digital seperti sekarang, proses jual beli mobil semakin praktis karena banyaknya platform online yang menawarkan kemudahan transaksi. Salah satu platform yang cukup ...
Jam Posting Terbaik Berdasarkan Algoritma TikTok dan Instagram
14 Apr 2025 | 1967
Di era digital ini, media sosial telah menjadi platform penting bagi individu dan bisnis untuk berinteraksi dan mempromosikan konten mereka. Salah satu aspek yang sering kali diabaikan ...