

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Bidang Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Korkesra), Abdul Muhaimin Iskandar semakin intens menyampaikan tentang alokasi dana desa yang harus disuplai ke tingkat desa. Dari APBN yang semakin tinggi tiap tahunnya, ia yakin tiap desa mampu dialokasikan dana desa sebesar Rp5 miliar per desa.
Usulan peningkatan dana desa dikatakan Cak Imin berdasarkan realisasi selama 6 tahun ini sudah sangat baik. Meski ia tak memungkiri adanya kesalahan dari pengelola dana sehingga menjadi bumerang bagi kepada desa.
Sosok yang sekaligus Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengajak para kepala desa untuk memiliki komitmen bersama untuk memanfaatkan dana desa sebaik mungkin. Selama ini pemerintah menggelontorkan dana Rp70 triliun dalam enam tahun ini sudah bisa dirasakan banyak manfaat. Maka dari itu Cak Imin getol mengusulkan ada kenaikan dana desa menjadi Rp5 miliar per desa.
“Kita akan bekerja keras sekali lagi, tapi dengan komitmen para kepala desa agar mereka berkomitmen semaksimal mungkin agar tidak ada penyelewengan dan tidak ada lagi penggunaan yang tidak tepat sasaran,” ujar Cak Imin
Kendati demikian, Cak Imin menegaskan perlunya komitmen kepala desa untuk menjalankan amanah membangun desanya dengan baik. Jika itu tidak dilaksanakan, maka percuma saja pemerintah menggelontorkan dana yang tidak sedikit.
“Idealnya adalah perubahan strategi pembangunan dengan cara strategi pembangunan langsung menggunakan APBN langsung di basis yang paling bawah, yaitu desa,” terangnya.
Sementara itu, langkah bagus ini rupanya telah disambut baik oleh sejumlah pengusaha muda di Indonesia. Salah seorang pengusaha muda asal Malang yang sekaligus Founder Yayasan Jannaka Indonesia, Rino Lande telah menyiapkan kaitannya dengan pembangunan di kawasan desa. Terutama dalam bidang digitalisasi desa yang menjadi konsep terkini untuk segera diwujudkan yang nantinya juga berkontribusi mendorong Pemberdayaan dan Kemandirian Desa.
“Yayasan Jannaka Indonesia ikut melakukan langkah-langkah akselerasi dalam mendorong kemandirian desa berbasis digital, seperti adanya Rumah Langit, Rumah Kreatif bagi Desa yang bertujuan meningkatkan Potensi Desa di Kabupaten Malang. Selain itu, Program Warung Bergulir juga yang digagas Jannaka turut mendorong Roda Perekonomian melalui Modal bagi Usaha Kecil masyarakat desa,” tutup pria yang maju sebagai Caleg DPR RI ini.
Panduan Lengkap Membuat Halaman Bisnis di Facebook untuk Pemula
30 Maret 2025 | 609
Seiring dengan berkembangnya teknologi dan meningkatnya penggunaan media sosial, memiliki kehadiran online yang kuat menjadi sangat penting bagi bisnis. Salah satu platform yang paling ...
Mengapa Backlink untuk SEO Sangat Penting bagi Peringkat Google?
24 Maret 2025 | 366
Dalam dunia pemasaran digital, khususnya Search Engine Optimization (SEO), istilah "backlink" telah menjadi salah satu kata kunci yang paling sering dibicarakan. Namun, mengapa ...
Dunia Terancam Resesi Ekonomi, Dampak Virus Corona
11 Maret 2020 | 1774
lintasdetik.com - Virus Corona mulai menunjukkan dampak yang mengkhawatirkan, salahsatunya adalah ancaman resesi global, dimana hal ini membuat para investor di pasar keuangan ...
Tips Mengatur Waktu Saat Tryout Online CPNS agar Hasil Maksimal
10 Maret 2025 | 413
Tryout Online CPNS menjadi salah satu cara yang sangat efektif bagi para peserta untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian seleksi calon pegawai negeri sipil. Dengan menggunakan platform ...
Apa Itu TOBK? Pentingnya Analisis Hasil TOBK untuk Perbaikan Belajar
18 Maret 2025 | 1023
Di era digital saat ini, banyak metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, salah satunya adalah dengan menggunakan TOBK (Try Out Online Berbasis Komputer). Apa ...
Pengaruh Pendidikan Agama di Era Digital pada Sekolah Asrama di Bandung
20 Agu 2024 | 1020
Sekolah asrama, terutama sekolah Islam di Bandung, memiliki peran besar dalam mendidik generasi muda dengan pendekatan keagamaan. Salah satu contoh sekolah asrama Islam di Bandung adalah ...