

Menghadapi orang yang keras kepala dam ngeyelan itu memang menyebalkan dan ngeselin. Buat tahu cara mengatasinya kamu perlu tahu dulu apa jenis-jenisnya. Ada banyak jenis orang yang ngeyelan dan keras kepala di dunia ini. Dan beberapa diantaranya hidup di sekitar kita, bahkan jadi bagian dari anggota keluarga, dan sebagian lain berada di jalur keluarga yang berbeda. Tetapi mau tidak mau kita tidak bisa menolak berinteraksi dengan jenis orang yang ngeyelan dan keras kepala seperti itu. Sebab orang seperti itu kayak udara, ada dimana mana. Tipe
Keras kepala karena intelektual sejati
Model orang seperti ini tidaklah bodoh, bahkan cenderung sangat cerdas. Cuma, karena saking cerdasnya, terkadang dirinya naif saja. Dia merasa bahwa orang lain yang kebetulan tidak dapat akses pendidikan sebaik dirinya adalah orang yang harus dicerahkannya. Kalau dalam hal perdebatan tipe keras kepala ini, kamu kalau berdebat dengannya, kamu bakalan habis kalau udah ngomongin data. Padahal data yang yang dibawa tidak mencerminkan pengalaman kamu sebagai manusia. Alasan simpelnya, jenjang dan pencapaian pendidikan kamu tidak setinggi dirinya.
Tipe orang keras kepala seperti ini, selalu memandang orang lain yang harus selalu mengerti dan menyetujui pendapatnya bukannya mencari titik temunya. Dengan begitu pembatasan orang bodoh dan pintar baginya hanya dua, kalau setuju berarti pinter, kalau nggak setuju berarti bodoh. Sebenarnya dengan akses pengetahuan yang diperoleh dan dimiliki sebenarnya dia bisa saja bisa berpikir lebih adil, tetapi dirinya lebih memilih berdiri di satu sisi saja, karena merasa kepintarannya saat ini berfungsi untuk mencerdaskan orang lain.
Cara Mengatasinya
Terulas puji ide-idenya dan harga pendapatnya. Karena tipe keras kepala kayak gini selalu senang kalau ide-idenya diapresiasi. Masalah kamu nggak suka dan maki-maki dibelakang, lebih baik jangan melakukan debat terbuka, sebab kalau kamu melakukan itu, pilihannya ada dua : kamu memang lebih pintar darinya atau kamu memang bodohnya nggak ketulungan sampai nggak bisa ngitung peluang menang debat.
Tipe Keras Kepala Karena Anak Sultan
Tipe orang keras kepala ini, merasa dirinya lebih penting dari orang lain. Tipe ini biasanya memang memiliki hak istimewa khusus dari lingkungan terdekatnya. Entah dia anak orang ternama, anak orang kaya, atau anak pejabat. Intinya orang tipe ini terbiasa mendapatkan hasil memuaskan bukan dari kerja kerasnya sendiri, tetapi selalu mengklaim bahwa dirinya lah yang paling punya peran. Ia merasa, bapaknya yang kaya sama sekali tidak membantunya sesukses yang sekarang. Orang seperti ini selalu memandang rendah orang-orang miskin, karena dianggapnya orang itu bisa kjadi miskin karena pemalas.
Selain itu orang tipe ini adalah ketika berpendapat selalu ingin menguasai forum. Seperti dalam forum rapat di kantor, rapat RT, rapat arisan, rapat karang taruna, rapat dewan masjid, bahkan sampai dengan obrolan tidak berfaedah di tempat tongkrongan. Dan karena merasa punya akses pengetahuan kemana-mana, tipe orang seperti ini jarang mau mendengarkan orang lain. Bahkan dalam dosis yang kelewat tinggi orang ini bisa saja lebih percaya sama bisikan setan ketimbang bisikan sahabatnya hehehe.
Cara Mengatasinya
Kalu kamu sedang kerja jadi bawahannya, cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan cari muka terus menerus. Ingat gaji dan uang adalah hal utama hahaha. Nah kalau kamu kebetulan teman dekatnya, lakukan hal yang sama untuk jadi benalu berprestasi yang bisa menghabiskan atau memanfaatkan kekayaannya semaksimal mungkin. Ingat harta itu tidak dibawa mati, oleh sebab itu selamatkanlah teman kamu itu dengan mengurangi beban akhiratnya, Hahahaha.
Tipe keras kepala karena fanatik buta
Untuk tipe yang satu ini adalah jenis sebodoh-bodohnya tipe keras kepala. Pertama fanatik buta karena politik. Kedua fanatik buta ke pemuka agama. Tipe keras kepala jenis ini hanya satu memiliki satu pendapat kebenaran saja. Tidak ada sisa ruang untuk menerima versi pendapat kebenaran yang lain. Meskipun akhirnya terbukti pendapat kebenaran yang diyakininya runtuh dan sikap yang diambil biasanya penyangkalan. Tetapi, jangan sampai kamu mendesaknya terus menerus kalau argumennya lagi tersudut. Kalau kebetulan tipe begini fanatik ke politik, kamu bisa dilaporin perkara UU ITE (terutama kalau orang ini dekat dengan penguasa). Sedangkan kalau tipe orang ini fanatik ke pemuka agama, kamu mungkin aman dari penjara, tapi tidak bakal aman dari persekusi tiba-tiba.
Cara mengatasinya
Blok aja medsosnya. Ngapain juga repot-repot dengerin orang model begini, kayak pengangguran digaji aja.
Jasa Viral yang Terbukti Efektif untuk Menjadikan Kontenmu Populer
26 Maret 2025 | 397
Di era digital yang penuh dengan persaingan ketat, membuat konten yang menarik perhatian dan viral bukanlah hal yang mudah. Banyak brand dan individu berlomba-lomba untuk mendapatkan ...
Strategi Latihan Soal SMK di Tryout.id untuk Meningkatkan Daya Saing Siswa
18 Apr 2026 | 89
Dalam era globalisasi dan persaingan dunia kerja yang semakin ketat, siswa Sekolah Menengah Kejuruan dituntut untuk memiliki daya saing yang tinggi. Daya saing tidak hanya ditentukan oleh ...
Waktu Sholat dan Pentingnya Aplikasi Waktu Sholat di Era Digital
20 Jan 2026 | 239
Sholat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim lima kali sehari. Ibadah ini bukan sekadar kewajiban ritual, tetapi juga menjadi sarana untuk menenangkan ...
Cara Mudah Hard Reset Smartphone Xiaomi Untuk Semua Model
9 Apr 2019 | 2017
Smartphone sekarang ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, karena hampir seluruh aktifitas yang dilakukan menggunakan smartphone. Dari mulai berbagi kabar berita, pesan dan ...
5 Rekomendasi Tunik yang Cocok untuk Menghadiri Pesta
10 Jun 2022 | 1678
Siapa sih уаng tidak mau tаmріl mеmеѕоnа ѕааt mеnghаdіrі ѕеbuаh pesta? Mеnghаdіrі acara formal memang ...
Tren Media Monitoring 2025: Apa yang Harus Diketahui Brand?
4 Maret 2025 | 521
Seiring dengan perkembangan teknologi dan perubahan pola perilaku konsumen, media monitoring menjadi semakin penting untuk brand dalam meningkatkan visibilitas dan citra positif mereka. ...