

lintasdetik.com - Puasa bicara yang dilakukan oleh Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian wahyudi, dinilai keputusan yang kurang bijak. Hal ini disampaikan oleh Emrus Sihombing, pengamat komunikasi Politik dari Universitas Pelita Harapan. Emrus berpendapat, Yudian adalah pejabat publik yang malah seharusnya perlu untuk menyampaikan hasil kinerjanya kepada publik.
"Menurut saya itu sangat tidak bijak, sebagai pejabat publik dia harus bertanggungjawab kepada tugas-tugasnya," ujar Emrus, Ahad (1/3).
Seperti yang diketahui, sebelumnya Yudian sempat beberapa kali mengeluarkan pernyataan kontroversial. Yudian sempat menyebut bahwa agama adalah musuh besar dari Pancasila. Sontak, pernyataan ini mengundang ragam reaksi, termasuk dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). MUI bahkan mendesak agar Presiden Jokowi segera mencopot Yudian dari jabatannya sebagai Kepala BPIP. Kejadian inilah yang akhirnya membuat Yudian memilih untuk diam. Yudian seharusnya lebih sering untuk berbicara di depan publik, karena ini menyangkut dengan tanggungjawabnya sebagai Kepala BPIP.
"Saya berani mengatakan, satu detik pun tidak boleh berhenti mewacanakan tentang Pancasila kita. Kalau memang itu momentum yang pas, tidak boleh tutup mulut atau diam, tidak boleh. Sebagai pejabat publik dia harus menyampaikan tanggung jawabnya itu," jelas Emrus, yang juga sebagai direktur eksekutif Lembaga Emurs Corner.
Selain menyampaikan pandangannya, Emrus juga memberikan masukan agar Yudian belajar banyak tentang tata cara berkomunikasi di hadapan publik, agar tidak terjadi kembali kesalahan yang sama.
"Sebagai kepala BPIP dia perlu mempunyai kemampuan, kedewasaan komunikasi di ruang publik," saran Emrus.
Perlu diketahui, sebelumnya Yudian memilih untuk berpuasa dalam berbicara selama setahun. Hal ini akui dirinya untuk menghindari permasalahan yang sempat membuat ramai, beberapa waktu yang lalu.
"Kira-kira setahunlah (puasa bicara), saya belajar dulu. Semua yang permulaan khan sulit ya. Harus belajar dulu, mengamati-amati dulu," kata dia, saat menolak permintaan wawancara sejumlah awak media, di Yogyakarta (29/2).
"Nanti rencananya kalau ada gini (wawancara) harus pakai draft agar saya tidak kepleset-lah. Ini demi kebaikan republik," lanjutnya.
Dirinya pun mengakui sudah mendapatkan imbauan dari DPR RI agar selalu menggunakan naskah tertulis yang telah dipersiapkan saat berbicara di depan publik. Yudian mengakui tersebut sebagai nasihat yang dia terima.
"Itu yang namanya kalau dalam Islam amar ma'ruf nahi munkar. Amar ma'ruf itu DPR memerintahkan kepada saya melakukan yang baik-baik. Kalau di depan publik pakai draft gitu, pakai humas kaya gitu jadi subjektivitas saya tidak terlalu menonjol," kata dia.
"Yang dibilang munkar ya tadi. Kalau kepleset ngomong kan munkar, dalam arti luas. Jadi saya terima ini sebagai nasihat," pungkasnya. (Rm/Red)
Ini Dia Penyebab Wajah Mengalami Penuaan Dini!
27 Jun 2024 | 652
Penuaan dini merupakan masalah yang sering dialami oleh banyak orang, terutama bagi yang sering dihadapkan pada stres dan polusi. Salah satu dampak paling terlihat dari penuaan dini adalah ...
Rekomendasi Brand Bola Futsal Terbaik
22 Mei 2020 | 1272
Futsal merupakan olahraga yang hampir mirip dengan sepak bola. Sehingga banyak orang awam yang menganggapnya sama. Padahal dari segi pemain dan bola juga sudah jauh berbeda. Pemain sepak ...
Perindah Interior Ruangan Anda Dengan Gorden Cantik Dan Berkualitas Dari Raja Gorden
3 Des 2019 | 3190
Perindah Interior Ruangan Anda Dengan Gorden Cantik Dan Berkualitas Dari Raja Gorden - Gorden merupakan perlengkapan interior yang berfungsi sebagai penghalang pandangan dari luar dan ...
Apa itu Covert Selling dan Bagaimana Cara Melakukannya?
11 Jul 2024 | 1025
Covert selling adalah teknik jualan yang dilakukan secara tidak langsung tanpa terkesan memaksa, sehingga konsumen merasa lebih nyaman dan menerima informasi produk dengan lebih baik. Dalam ...
Mendapatkan Backlink Berkualitas Melalui Blog: Strategi Cerdas untuk SEO Anda
19 Mei 2025 | 604
Dalam dunia optimasi mesin pencari atau Search Engine Optimization (SEO), mendapatkan backlink dari blog merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk meningkatkan peringkat situs web ...
Tarif Naik di Wilayah Jabodetabek, Pengemudi Ojol: Sudah Sesuai Aspirasi Kami
10 Maret 2020 | 1643
lintasdetik.com - Tarif ojek online (ojol) akan naik di wilayah Jabodetabek. Kenaikan tarif ini akan mulai berlaku pada minggu depan. Demikian dipastikan oleh Kementerian Perhubungan ...