rajapress

Dosa dan Bisnis Kotor Petinggi Gereja

17 Jan 2021  |  2416x | Ditulis oleh : FDT
pastor gereja

Dosa dan Bisnis Kotor Petinggi Gereja

Kerawanan gereja menjadi tempat pencucian uang mengkhawatirkan lantaran di beberapa gereja raksasa, pendeta bisa terlibat melakukan bisnis; sebuah pintu lebar bagi kemungkinan korupsi dan pencucian uang.

Salah satu contoh kasus publik adalah Billy Sindoro, gembala sidang Gereja Christ Catedral (bagian dari Gereja Bethel Indonesia Basilea) dicokok KPK dalam kasus suap izin Meikarta pada 2018. Meikarta adalah usaha dari Lippo Grup tempat Billy menjadi salah satu bosnya. Suap semacam ini bukan pertama kali dilakukan oleh Billy. Pada 2008, ia pernah ditangkap KPK karena menyuap Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha dalam kasus hak siar Barclays Premier League.

Meski sudah divonis penjara pada Maret lalu, laman Christ Cathedral masih menampilkan Billy Sindoro sebagai co-lead pastor yang tidak menerima upah dari gereja.

Soal kasus-kasus korupsi yang menyangkut petinggi gereja, Direktur Pascasarjana Sekolah Tinggi Teologi Bethel Indonesia Junifrius Gultom mengatakan memang ada kelemahan dalam ajaran gereja, khususnya pada Pentakosta Karismatik, yang hanya menekankan personal sin seperti seks bebas, judi, mabuk dan sebagainya. Namun, sering lupa dimensi social sin yang menyangkut relasi sosial.

"Jarang sekali bicara soal ketamakan. Jarang soal penebangan hutan, misalnya. Karena jarang dimuridkan dengan kurikulum yang integrated dan holistik sehingga mereka mengatakan Tuhan itu urusan di gereja. Kalau saya di gereja, Tuhan nothing to do with my business. Itu, kan, keliru,” ujar Gultom.

Karena itu tak jarang banyak orang saleh di gereja, tapi dalam perilaku bisnis jauh dari nilai-nilai Kekristenan, menurut Gultom.

“Maka, mereka membayar upah secara tidak manusiawi, lalu menghalalkan segala cara mengurus izin dengan menyuap. Suap itu mereka pikir tidak ada urusannya dengan Tuhan,” katanya.

Respons Satir Jemaat

Namun, kondisi gereja macam itu bukannya minim kritisisme. Era media sosial melahirkan akun-akun satire dan gosip yang menarik puluhan ribu pengikut, termasuk untuk merespons naiknya tingkat kesalehan kelas menengah Indonesia berbanding lurus dengan tingkat keglamoran para pemimpin agamanya.

Misalnya akun Instagram @gerejapalsu yang turut mengampanyekan petisi audit gereja-gereja raksasa dan kerap menyindir praktik para pendeta memperkaya diri dengan tudingan didapatkan dari uang jemaat.

Ada pula akun @jemaat_gerejapalsu yang melayangkan kritik serupa terhadap kehidupan bergereja. Orang di belakang admin akun tersebut berkata ia membuat sindiran dan sarkasme dengan persona anonim lantaran tidak ada mekanisme whistle blower alias 'peniup peluit' di gereja.

“Karena gereja tidak mengakui whistle blower. Jemaat yang kritis tanpa tedeng aling-aling akan dianggap sesat dan dikeluarkan dari gereja,” katanya.

Ada juga akun @pastorinstyle yang menyoroti penampilan glamor para pastor mega church. Ia menampilkan foto pastor lalu iseng-iseng melacak pakaian serta aksesori yang digunakan para pastor itu. Beberapa yang mengejutkan misalnya ada pastor yang memakai jam tangan seharga lebih dari Rp1 miliar. Beberapa pastor perempuan dan istri pastor mengenakan aksesori dari merek mahal seperti tas Hermes seharga ratusan juta.

Unggahan mereka direspons balik dari sejumlah pendeta. Salah satunya Pastor Raditya Oloan, yang dalam kolom komentarnya menulis akun-akun satire ini hanya melihat keburukan orang lain.

“[...] bukan jadi martir, malah jadi satir... Gue yakin banget [apa yang dilihat] orang-orang satire ini mungkin bener ... tapi cuma [lihat] kesalahan,” katanya.

Baca juga: Ke Mega Church demi Dahaga Iman yang Ekspresif
Sementara Pendeta Yohanes Nahuway dari GBI Mawar Saron berkata apa yang ditampilkan oleh akun satire itu mengabaikan konteks. Menurutnya, sering kali para pendeta mendapatkan hadiah dari jemaat berupa barang mewah, bukan dibeli sendiri oleh pendeta.

"Kadang kita sulit menolak kalau ada jemaat yang mau berterima kasih dengan cara memberikan barang. Saya pernah khotbah di Amerika kemudian diberi uang Rp30 juta. Saya belikan iPad Pro. Nanti ada yang bilang, 'Pendeta gaya amat beli iPad mahal.' Padahal bukan uang kita,” katanya.

Junifrius Gultom juga berpendapat ada banyak pendeta memang sudah tajir sebelum berkiprah di gereja. “Ada orang tidak tahu bahwa di Karismatik, kalangan profesional bisa ditahbiskan menjadi pendeta. Jadi banyak teman-teman saya menjadi pendeta sudah kaya sebelumnya. Gaya hidupnya sudah begitu,” ujarnya.

Baca Juga:
TOEFL

Prediksi & Contoh Soal TOEFL 2026: Latihan Sebelum Ujian Resmi

Pendidikan      

18 Apr 2025 | 484


TOEFL atau Test of English as a Foreign Language merupakan salah satu ujian bahasa Inggris yang diakui secara internasional. Ujian ini penting bagi mereka yang ingin melanjutkan studi atau ...

mendikdasmen

Kemendikdasmen Abdul Mu'ti Hormati Proses Hukum Dugaan Korupsi Chromebook Era Nadiem

Pendidikan      

5 Jul 2025 | 530


Kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di era mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim kini tengah diselidiki Kejaksaan Agung. Menanggapi hal tersebut, Menteri Pendidikan Dasar ...

Inilah 5 Widget untuk Lock Screen

Inilah 5 Widget untuk Lock Screen

Tekno      

30 Apr 2022 | 1318


Salah satu fitur menarik yang dimiliki oleh Android adalah widget yang dapat ditambahkan ke home screen. Tetapi tahukah Anda jika widget dapat ditambahkan pada lock ...

promosi bisnis affiliasi MLM

Manfaat Jasa SEO untuk Meningkatkan Awareness dalam Affiliate Marketing

Tips      

10 Jun 2025 | 562


Dalam era digital saat ini, banyak pelaku bisnis mencari cara untuk meningkatkan visibilitas mereka di dunia maya. Salah satu strategi yang paling efektif adalah melalui layanan jasa SEO ...

Google

Strategi Efektif Menghadapi Ujian dengan Tryout Online PPPK Kompetensi Manajerial: Pelajari Pola Soalnya di Tryout.id

Pendidikan      

6 Jun 2025 | 563


Persaingan dalam tahapan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) semakin ketat, terutama dalam bidang Kompetensi Manajerial. Oleh karena itu, penting bagi calon peserta ...

Anies Baswedan: Politisi Intelektual dan Pendidik yang Mengedepankan Keadilan Sosial

Anies Baswedan: Politisi Intelektual dan Pendidik yang Mengedepankan Keadilan Sosial

Nasional      

4 Okt 2025 | 437


Dalam dunia politik dan pendidikan Indonesia, nama Anies Rashid Baswedan dikenal luas sebagai sosok yang cerdas, berwibawa, dan rendah hati. Ia bukan hanya seorang politikus, ...