MU

Anies Soroti Oxford karena Abaikan Peneliti Lokal dalam Penemuan Rafflesia

1 Des 2025  |  438x | Ditulis oleh : FDT
Anies Soroti Oxford karena Abaikan Peneliti Lokal dalam Penemuan Rafflesia

Kenapa Isu Ini Mencuat

Pada 19 November 2025, akun resmi University of Oxford mengumumkan bahwa tim dari Oxford Botanic Garden berhasil menyaksikan mekarnya Rafflesia hasseltii di hutan hujan Sumatra. Namun dalam unggahan tersebut, hanya nama peneliti dari Oxford yang disebut sedangkan nama-nama peneliti dan konservasionis lokal Indonesia tidak dicantumkan. 

Unggahan itu langsung memicu sorotan publik, terutama dari warganet Indonesia yang menyoroti bahwa peran peneliti lokal tidak bisa dianggap remeh. 

Suara dari Anies Baswedan

Menanggapi hal ini, Anies Baswedan angkat suara melalui akun X-nya pada 23 November 2025. Ia menegaskan bahwa peneliti Indonesia yakni Joko Witono, Septi Andriki, dan Iswandi bukan sekadar figuran atau “pelengkap.” Dalam pesannya ia menulis:

“Dear @UniofOxford, para peneliti Indonesia kita Joko Witono, Septi Andriki, dan Iswandi bukanlah NPC. Sebutkan juga nama mereka.” 

Dengan kata “NPC” (Non-Playable Character), Anies menyindir anggapan bahwa peneliti lokal hanya sebagai pendamping atau latar belakang, bukan bagian penting dari penemuan ilmiah — padahal kontribusi nyata mereka tak bisa diabaikan. 

Siapa Sebenarnya Peneliti Indonesia itu?

  1. Joko Witono — peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), terlibat dalam upaya penelitian Rafflesia. 
  2. Septi Andriki — aktivis konservasi dan pemandu lingkungan lokal, yang telah berpuluh tahun menelusuri habitat Rafflesia, termasuk memimpin pencarian selama bertahun-tahun. 
  3. Iswandi — pemandu lokal dari komunitas setempat (daerah Sijunjung, Sumatera Barat) yang membantu akses lapangan dan eksekusi ekspedisi. 

Tanpa kehadiran mereka, termasuk pengetahuan lokal mengenai lokasi dan waktu mekar bunga, peluang menemukan Rafflesia hasseltii bisa jauh berkurang. 

Respons dari Oxford University

Setelah gelombang kritik dari publik dan tokoh seperti Anies Baswedan, Oxford University memperbarui unggahan mereka. Kini mereka mencantumkan nama peneliti dan konservasionis Indonesia yang terlibat Joko Witono, Septi Andriki, dan Iswandi serta mengakui bahwa ekspedisi adalah hasil kolaborasi tim internasional dan lokal. 

Dalam unggahan revisi, Oxford menyebut bahwa penemuan Rafflesia hasseltii merupakan hasil kolaborasi antara peneliti dari Oxford Botanic Garden, peneliti BRIN dan lokal, serta pemandu setempat. 

Mengapa Ini Lebih dari Sekadar Nama

  1. Menghargai kontribusi lokal: Peneliti dan pemandu lokal membawa pengetahuan mendalam tentang ekosistem, akses hutan, dan pola mekarnya bunga tanpa mereka, penelitian bisa gagal.
  2. Keadilan akademik dan etika ilmiah: Kolaborasi internasional harus menghormati semua pihak yang terlibat. Pengakuan terhadap peneliti lokal penting agar credit sharing tidak timpang.
  3. Lawannya “kolonialisme akademik”: Praktik di mana institusi besar dari negara maju mengklaim kredit utama tanpa mengakui peran lokal memperkuat dominasi narasi sains global.
  4. Membangun kepercayaan dan kebanggaan nasional: Pengakuan resmi terhadap peneliti Indonesia membantu memupuk apresiasi terhadap riset dan konservasi dalam negeri.

Pelajaran dari Insiden ini

Kasus ini menunjukkan bahwa dalam riset dan eksplorasi biodiversitas terutama di negara dengan keanekaragaman hayati tinggi seperti Indonesia kolaborasi internasional dan lokal harus diiringi dengan penghargaan yang adil dan transparan.

Permintaan dari Anies Baswedan untuk memasukkan nama peneliti Indonesia bukan sekadar soal ego, melainkan soal keadilan, etika, dan penghormatan terhadap kontribusi nyata. Respons Oxford yang akhirnya mencantumkan nama peneliti lokal adalah langkah positif dan semoga jadi preseden baik bagi kolaborasi ilmiah di masa depan.

Baca Juga:
Media Sosial

Tren Media Monitoring 2025: Apa yang Harus Diketahui Brand?

Tips      

4 Maret 2025 | 564


Seiring dengan perkembangan teknologi dan perubahan pola perilaku konsumen, media monitoring menjadi semakin penting untuk brand dalam meningkatkan visibilitas dan citra positif mereka. ...

Pesantren Al Masoem

Laboratorium Kreativitas: Fasilitas Ekstrakurikuler di SMA Islam Al Masoem Bandung

Pendidikan      

14 Jun 2024 | 1118


SMA Islam Al Masoem Bandung merupakan salah satu sekolah menengah atas yang dikenal dengan fasilitas ekstrakurikulernya yang lengkap dan beragam. Salah satu fasilitas yang menonjol adalah ...

Mengatasi Masalah Invalid Clicks di AdSense YouTube

Mengatasi Masalah Invalid Clicks di AdSense YouTube

Tips      

3 Agu 2024 | 1175


AdSense YouTube merupakan salah satu sumber pendapatan yang penting bagi para konten kreator di platform YouTube. Namun, salah satu masalah yang sering dihadapi oleh para pemilik channel ...

Cara Mengencangkan Kulit Wajah yang Dapat Dilakukan Sendiri

Cara Mengencangkan Kulit Wajah yang Dapat Dilakukan Sendiri

Tips      

17 Maret 2022 | 1554


Apakah anda menemui kerutan di wajah baru-baru ini? Atau anda merasa area khusus dari wajah anda mulai kendur? Lantas, apakah terdapat cara mengencangkan kulit wajah supaya tak makin ...

5 Tips Memulai Jadi Beauty Vlogger

5 Tips Memulai Jadi Beauty Vlogger

Tips      

21 Jul 2024 | 849


Beauty vlogger adalah sebutan untuk seseorang yang membuat konten video di platform digital, dengan fokus utama pada topik kecantikan. Dengan perkembangan teknologi dan tingginya minat ...

Panduan Link Building 2026: Strategi SEO Optimal Sesuai Algoritma Google 2026

Panduan Link Building 2026: Strategi SEO Optimal Sesuai Algoritma Google 2026

Tips      

17 Des 2025 | 433


Memasuki tahun 2026, dunia SEO menghadapi tantangan baru yang menuntut pendekatan lebih matang, berkelanjutan, dan adaptif. Optimasi mesin pencari kini bukan sekadar trik cepat untuk ...