RF

Anies Soroti Oxford karena Abaikan Peneliti Lokal dalam Penemuan Rafflesia

1 Des 2025  |  362x | Ditulis oleh : FDT
Anies Soroti Oxford karena Abaikan Peneliti Lokal dalam Penemuan Rafflesia

Kenapa Isu Ini Mencuat

Pada 19 November 2025, akun resmi University of Oxford mengumumkan bahwa tim dari Oxford Botanic Garden berhasil menyaksikan mekarnya Rafflesia hasseltii di hutan hujan Sumatra. Namun dalam unggahan tersebut, hanya nama peneliti dari Oxford yang disebut sedangkan nama-nama peneliti dan konservasionis lokal Indonesia tidak dicantumkan. 

Unggahan itu langsung memicu sorotan publik, terutama dari warganet Indonesia yang menyoroti bahwa peran peneliti lokal tidak bisa dianggap remeh. 

Suara dari Anies Baswedan

Menanggapi hal ini, Anies Baswedan angkat suara melalui akun X-nya pada 23 November 2025. Ia menegaskan bahwa peneliti Indonesia yakni Joko Witono, Septi Andriki, dan Iswandi bukan sekadar figuran atau “pelengkap.” Dalam pesannya ia menulis:

“Dear @UniofOxford, para peneliti Indonesia kita Joko Witono, Septi Andriki, dan Iswandi bukanlah NPC. Sebutkan juga nama mereka.” 

Dengan kata “NPC” (Non-Playable Character), Anies menyindir anggapan bahwa peneliti lokal hanya sebagai pendamping atau latar belakang, bukan bagian penting dari penemuan ilmiah — padahal kontribusi nyata mereka tak bisa diabaikan. 

Siapa Sebenarnya Peneliti Indonesia itu?

  1. Joko Witono — peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), terlibat dalam upaya penelitian Rafflesia. 
  2. Septi Andriki — aktivis konservasi dan pemandu lingkungan lokal, yang telah berpuluh tahun menelusuri habitat Rafflesia, termasuk memimpin pencarian selama bertahun-tahun. 
  3. Iswandi — pemandu lokal dari komunitas setempat (daerah Sijunjung, Sumatera Barat) yang membantu akses lapangan dan eksekusi ekspedisi. 

Tanpa kehadiran mereka, termasuk pengetahuan lokal mengenai lokasi dan waktu mekar bunga, peluang menemukan Rafflesia hasseltii bisa jauh berkurang. 

Respons dari Oxford University

Setelah gelombang kritik dari publik dan tokoh seperti Anies Baswedan, Oxford University memperbarui unggahan mereka. Kini mereka mencantumkan nama peneliti dan konservasionis Indonesia yang terlibat Joko Witono, Septi Andriki, dan Iswandi serta mengakui bahwa ekspedisi adalah hasil kolaborasi tim internasional dan lokal. 

Dalam unggahan revisi, Oxford menyebut bahwa penemuan Rafflesia hasseltii merupakan hasil kolaborasi antara peneliti dari Oxford Botanic Garden, peneliti BRIN dan lokal, serta pemandu setempat. 

Mengapa Ini Lebih dari Sekadar Nama

  1. Menghargai kontribusi lokal: Peneliti dan pemandu lokal membawa pengetahuan mendalam tentang ekosistem, akses hutan, dan pola mekarnya bunga tanpa mereka, penelitian bisa gagal.
  2. Keadilan akademik dan etika ilmiah: Kolaborasi internasional harus menghormati semua pihak yang terlibat. Pengakuan terhadap peneliti lokal penting agar credit sharing tidak timpang.
  3. Lawannya “kolonialisme akademik”: Praktik di mana institusi besar dari negara maju mengklaim kredit utama tanpa mengakui peran lokal memperkuat dominasi narasi sains global.
  4. Membangun kepercayaan dan kebanggaan nasional: Pengakuan resmi terhadap peneliti Indonesia membantu memupuk apresiasi terhadap riset dan konservasi dalam negeri.

Pelajaran dari Insiden ini

Kasus ini menunjukkan bahwa dalam riset dan eksplorasi biodiversitas terutama di negara dengan keanekaragaman hayati tinggi seperti Indonesia kolaborasi internasional dan lokal harus diiringi dengan penghargaan yang adil dan transparan.

Permintaan dari Anies Baswedan untuk memasukkan nama peneliti Indonesia bukan sekadar soal ego, melainkan soal keadilan, etika, dan penghormatan terhadap kontribusi nyata. Respons Oxford yang akhirnya mencantumkan nama peneliti lokal adalah langkah positif dan semoga jadi preseden baik bagi kolaborasi ilmiah di masa depan.

Baca Juga:
Pembentukan Karakter Bangsa Melalui Lembaga Pendidikan Islam

Pembentukan Karakter Bangsa Melalui Lembaga Pendidikan Islam

Kuliner      

21 Jul 2024 | 536


Pembentukan karakter bangsa merupakan hal yang sangat penting bagi kelangsungan hidup suatu bangsa. Salah satu lembaga yang memiliki peran besar dalam membentuk karakter bangsa adalah ...

Strategi Internet Marketing 2026 untuk Bisnis Kecil Agar Tetap Tumbuh

Strategi Internet Marketing 2026 untuk Bisnis Kecil Agar Tetap Tumbuh

Tips      

19 Feb 2026 | 140


Di era digital 2026, bisnis kecil menghadapi berbagai tantangan. Pertanyaan yang sering muncul adalah: mampukah bisnis anda melewati hambatan internet marketing 2026 yang kian sulit. ...

Penyebab Keputihan dan Cara Mencegahnya yang Bisa Dilakukan di Rumah

Penyebab Keputihan dan Cara Mencegahnya yang Bisa Dilakukan di Rumah

Ulasan      

19 Jun 2022 | 1542


Bagi kaum wanita keputihan adalah hal yang tidak asing lagi. mengalami keputihan adalah hal yang wajar, selama warna, tekstur dan bau keputihan tersebut masih tergolong normal. Sebagai ...

Kita Semua Unik Dengan Potensi Yang  Kita Miliki Masing-Masing, Jangan Berlebihan Mengidolakan Seseorang

Kita Semua Unik Dengan Potensi Yang Kita Miliki Masing-Masing, Jangan Berlebihan Mengidolakan Seseorang

Tips      

21 Jan 2020 | 1813


Kita Semua Unik Dengan Potensi Yang  Kita Miliki Masing-Masing, Jangan Berlebihan Mengidolakan Seseorang - Apa ada yang salah dengan mengidolakan orang lain? Kecuali para ...

Cara Mendapatkan Sumber Backlink Berkualitas yang Ampuh

Cara Mendapatkan Sumber Backlink Berkualitas yang Ampuh

Tips      

14 Jun 2024 | 559


Dalam dunia digital marketing, backlink berkualitas memegang peranan penting dalam meningkatkan otoritas dan peringkat sebuah situs web di halaman hasil pencarian. Backlink berkualitas ...

Contoh 10 Ucapan Selamat Hari Buruh Sedunia yang Antimainstream dan Cocok Dibagikan di Media Sosial

Contoh 10 Ucapan Selamat Hari Buruh Sedunia yang Antimainstream dan Cocok Dibagikan di Media Sosial

Nasional      

14 Jun 2024 | 853


Hari Buruh Sedunia atau May Day merupakan hari peringatan penting bagi seluruh pekerja di seluruh dunia. Setiap tanggal 1 Mei, masyarakat memperingati perjuangan para buruh dalam ...