rajatraffic

Mungkinkah Komnas HAM Juga Akan Dilaporkan Ke Pengadilan Internasional ?

12 Jan 2021  |  104xDitulis oleh : Freelancer
Mungkinkah Komnas HAM Juga Akan Dilaporkan Ke Pengadilan Internasional ?

Kekecewaan banyak pihak atas hasil kerja Komnas HAM memang wajar. Terlalu banyak pertanyaan yang menggantung jawabannya dari hasil penyelidikan yang telah dirilis. Soal tembak menembak, kepemilikan senjata api, alas hukum pengintaian dan pembuntutan, penyiksaan, komandan dalam Landcruiser, hingga kendaraan pembuntut berisi petugas misterius. Pembunuhan yang dikategorikan pelanggaran HAM pun tak terjelaskan tempat kejadiannya dan siapa pelaku penembakannya.

Adalah wartawan dan reporter senior FNN Eddy Mulyadi yang membeberkan banyak kejanggalan rilis Komnas HAM. Berlembar analisis kajian disiarkan kepada para pemirsa. Tajam, akurat, namun santai khas jurnalis yang dikenal berani ini. Tentu menohok kepada personal Tim penyelidik Komnas HAM yang dipimpin Choirul Anam. Menyayangkan hasil kerja Tim yang minim meski menyadari kemungkinan adanya tekanan yang menyebabkan Komnas HAM menjadi kelu dan ragu-ragu.

Bahwa adanya rekomendasi tindak lanjut proses peradilan tentu disambut baik walaupun disesalkan kesimpulannya tidak sampai pada terjadinya pelanggaran HAM berat. Kondisi jenazah yang menyedihkan membawa keyakinan bahwa yang terjadi adalah pelanggaran HAM berat. Telah nyata perbuatan petugas yang di luar batas kemanusiaan.

Di samping masih terdengar tuntutan perlunya penyelidikan Tim Pencari Fakta (TPF) Independen, juga opsi untuk melibatkan lembaga HAM internasional mengemuka. Perlu mengagendakan pelaporan ke lembaga peradilan kriminal internasional (Internasional Criminal Court). Butuh obyektivitas tinggi untuk mengusut dan menyelidiki kasus yang sangat mungkin dapat berujung pada skandal tingkat tinggi lembaga Kepolisian maupun Pemerintahan. Motif politik dari pembunuhan atau pembantaian.

Dengan temuan atau kesimpulan "seribu kejanggalan" ini maka andai kasus "Pelanggaran HAM Km 50" dapat dibawa ke tingkat peradilan internasional maka Komnas HAM yang bekerja kelu dan ragu-ragu itu dapat dijadikan pihak terlapor pula. Komnas HAM termasuk pihak yang telah turut mengaburkan peristiwa pelanggaran HAM berat. Nyawa manusia terkesan dapat dinegosiasi, karenanya Komnas HAM pantas menjadi pihak yang ikut juga melakukan "pelanggaran HAM".

Internasional Criminal Court (ICC) di Den Haag diharapkan dapat menindaklanjuti laporan dari kasus yang diajukan ini. Syarat terpenting adalah "unwillingness" yaitu tidak ada kemauan peradilan di Indonesia untuk mengadili kejahatan kemanusiaan. Status "non state parties" tidak menjadi halangan atas tafsir luas pasal 27 dan 28 Statuta Roma.

Kejahatan yang termasuk kategori "internasional crime" berdasarkan prinsip universal yang berlaku dalam hukum internasional masuk dalam yuridiksi ICC tanpa melihat nasionalitas pelaku dan tempat perbuatan. Pasal 28 Statuta menegaskan bahwa "atasan baik militer atau sipil harus bertanggung jawab secara pidana terhadap kejahatan yurisdiksi ICC yang dilakukan anak buahnya".

Aturan seperti ini sangat dirasakan penting untuk mampu menghukum "the most responsible person" yang karena kekuasaan dalam negara menjadi sulit dijangkau oleh lembaga peradilan domestik. Peradilan kriminal internasional mampu menyeret Kepala Negara, Anggota Parlemen, Kapolda, atau pejabat lainnya yang dikualifikasikan terlibat dalam pelanggaran HAM (Vide Pasal 27 Statuta).

Andai sejumlah organisasi pembela HAM, tokoh dan aktivis, serta keluarga korban dari pelanggaran HAM mengadu kepada Internasional Criminal Court (ICC) sebagai peradilan internasional independen, mungkin misteri dari peristiwa "pelanggaran HAM Km 50" akan terkuak.

Dan yang terpenting adalah bahwa para pelaku atau perekayasa kejahatan HAM tersebut dapat dihukum. Kejahatan kemanusiaan tidak boleh dibiarkan atau terulang. Komnas HAM yang ikut bermain-main dalam kasus sensitif ini patut pula bertanggungjawab atas kelu dan ragu-ragunya itu.

Berita Terkait
Baca Juga:
Voi.id Situs Berita, Membaca Sebuah Berita Layaknya Membaca Sebuah Cerita

Voi.id Situs Berita, Membaca Sebuah Berita Layaknya Membaca Sebuah Cerita

Tekno      

11 Jul 2020 | 280


Dulu untuk menerima sebuah info terutama berita kita perlu membeli sebuah media cetak seperti koran atau majalah. Tetapi seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi kita bisa dengan ...

Ingin Penghasilan Tanpa Batas ? Fingo Solusinya

Ingin Penghasilan Tanpa Batas ? Fingo Solusinya

Ulasan      

28 Apr 2020 | 137


Affiliate marketing merupakan salah satu model bisnis bagi yang hanya memiliki modal yang kecil atau belum memiliki produk untuk dijual atau ditawarkan. Seorang affiliate marketer yang ...

Tips Memilih Jasa Pembuatan Kitchen Set Terbaik Dan Profesional

Tips Memilih Jasa Pembuatan Kitchen Set Terbaik Dan Profesional

Tips      

21 Nov 2019 | 471


Tips Memilih Jasa Pembuatan Kitchen Set Terbaik Dan Profesional - Apakah Anda sedang mencari jasa pembuat kitchen set bandung timur yang terbaik dan profesional? Anda tidak perlu khawatir ...

Dunia Terancam Resesi Ekonomi, Dampak Virus Corona

Dunia Terancam Resesi Ekonomi, Dampak Virus Corona

Mancanegara      

11 Maret 2020 | 216


lintasdetik.com - Virus Corona mulai menunjukkan dampak yang mengkhawatirkan, salahsatunya adalah ancaman resesi global, dimana hal ini membuat para investor di pasar keuangan ...

Kita-sewa.com Jasa Sewa Mobil Elf Murah Dan Terpercaya Di Jakarta

Kita-sewa.com Jasa Sewa Mobil Elf Murah Dan Terpercaya Di Jakarta

Ulasan      

18 Sep 2019 | 221


Kita-sewa.com Jasa Sewa Mobil Elf Murah Dan Terpercaya Di Jakarta - Salah satu kendaraan yang paling banyak dicari oleh wisatawan atau rombongan wisata adalah mobil elf. Dan mobil elf ...

Indonesia Lawyer Club Tidak Kalah Menarik dengan Sepakbola, Sepakat?

Indonesia Lawyer Club Tidak Kalah Menarik dengan Sepakbola, Sepakat?

Ulasan      

24 Feb 2020 | 108


lintasdetik.com - Indonesia Lawyers Club (ILC) menjadi tontonan yang paling menarik bagi masyarakat Indonesia, acara yang dibawakan oleh bang kKarni ilyas, seorang jurnalis senior ...