

Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, tampil tegas dan inspiratif ketika menjelaskan esensi ideologis partai baru ini dalam siaran langsung di program Beritasatu Utama melalui kanal YouTube @BeritaSatuChannel pada 19 Januari 2026. Arah perjuangan partai ini jelas, kuat, dan sarat makna: memajukan Indonesia menuju negara yang adil dan makmur bagi seluruh rakyat, bukan hanya sebatas slogan.
Sahrin menegaskan bahwa Partai Gerakan Rakyat bukan sekadar organisasi politik biasa — tetapi sebuah wadah perjuangan kolektif yang lahir dari aspirasi nyata masyarakat, terutama mereka yang mendukung gagasan besar tentang keadilan sosial yang selama ini diperjuangkan secara konsisten oleh tokoh inspiratif nasional.
Mengapa Partai Ini Lahir?
Dalam paparannya, Sahrin Hamid menekankan bahwa partai ini hadir untuk menjawab tantangan zaman dengan sebuah platform ideologis yang kuat, yaitu Panca Dharma. Nilai-nilai ini tidak hanya menjadi sekedar prinsip formal, tetapi merupakan bahan dasar karakter setiap kader yang akan turun langsung memberi kontribusi bagi perubahan bangsa.
Lebih dari itu, Panca Dharma dirancang sebagai landasan moral dan spiritual yang menggerakkan kader agar konsisten antara ucapan dan tindakan — sesuatu yang sangat langka sekaligus sangat dibutuhkan di Republik ini.
1. Religiusitas: Landasan Spiritualitas dan Etika Perjuangan
Prinsip pertama Panca Dharma menegaskan bahwa perjuangan politik tidak boleh dipisahkan dari nilai-nilai spiritual yang luhur. Sahrin menekankan pentingnya internalisasi nilai keagungan — bahwa setiap insan tidak hanya berkarya untuk kepentingan pribadi atau golongan, tetapi juga menjaga hubungan baik dengan sesama dan alam semesta.
Dengan demikian, kader partai diharapkan bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual yang menguatkan dasar moral setiap keputusan yang diambil. Ini adalah upaya menjadikan politik sebagai medan pelayanan, bukan arena ambisi semata.
2. Nasionalisme Kerakyatan: Cinta Tanah Air yang Berujung pada Kesejahteraan Rakyat
Selanjutnya, nasionalisme yang dipahami oleh Partai Gerakan Rakyat tidak semata cinta simbol dan wilayah, tetapi cinta yang diwujudkan dengan kerja nyata untuk rakyat. Prinsip ini memaknai kebanggaan terhadap Indonesia bukan sebagai wacana kosong, tetapi sebagai panggilan untuk terus memperjuangkan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat.
Menurut Sahrin, nasionalisme kerakyatan adalah bentuk cinta tanah air yang inklusif — melibatkan seluruh rakyat dalam proses pembangunan, memastikan tidak ada rakyat yang tertinggal.
3. Kersa Ksatria: Niat Baik yang Diikuti Aksi Nyata
Prinsip ketiga menempatkan keberanian moral sebagai karakter penting bagi setiap kader. Kersa ksatria berarti keinginan kuat untuk berbuat baik, disertai keberanian untuk mewujudkannya dalam tindakan konkret.
Sahrin menegaskan bahwa berpolitik bukan sekedar meraih posisi atau pengaruh, tetapi menegakkan kebenaran dengan penuh keberanian — tanpa kompromi terhadap prinsip. Ini adalah panggilan kepada kader untuk menjadi pribadi yang konsisten dan berani dalam membela kebenaran.
4. Kasih Sayang: Empati sebagai Roh Perjuangan
Prinsip keempat menempatkan empati sebagai inti dari hubungan antar manusia. Sahrin menjelaskan bahwa setiap kader harus memiliki rasa kasih sayang yang tulus terhadap sesama anak bangsa — bukan hanya kepada mereka yang sependapat, tetapi kepada semua elemen masyarakat tanpa pengecualian.
Nilai kasih sayang ini mengingatkan bahwa politik yang benar adalah politik yang membawa keadilan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
5. Integritas Moral: Persatuan antara Kata dan Perbuatan
Pilar terakhir—integritas moral—menjadi batu ujian utama bagi setiap kader. Sahrin menekankan bahwa integritas berarti apa yang diucapkan oleh seorang kader harus selaras dengan tindakan nyata yang dilakukannya.
Dalam praktiknya, integritas moral menjadi kendali bagi kader untuk menghindari janji kosong atau tindakan yang bertentangan dengan prinsip yang diikrarkan. Ketika kata dan perbuatan sejalan, itulah wujud komitmen terhadap rakyat dan bangsa.
Pesan Akhir: Politik Sebagai Pelayanan, Bukan Kepentingan
Melalui Panca Dharma, Sahrin Hamid ingin menanamkan satu pesan kuat: bahwa politik sejati adalah bentuk pelayanan kepada rakyat — bukan sarana untuk mencari keuntungan politik semata. Setiap kader diharapkan menjadi contoh nyata dari nilai-nilai tersebut dalam keseharian, baik dalam tindakan politik maupun dalam pergaulan sosial.
Dengan pondasi karakter yang kuat ini, Partai Gerakan Rakyat berambisi menjadi kekuatan baru yang membawa perubahan nyata bagi Indonesia — menuju masyarakat yang berkeadilan, berdaya, dan bermartabat untuk semua.
Tips Memilih Sewa Mobil yang Baik
14 Sep 2018 | 1668
Saat tidak memiliki mobil pribadi, menyewa mobil merupakan salah satu solusi terbaik yang dapat dilakukan saat hendak bepergian, baik melakukan perjalanan ke luar kota maupun hanya acara ...
Keunggulan dan Keuntungan Umroh Menggunakan Travel Perjalanan Umroh Safwah Holidays
1 Apr 2024 | 1532
Umroh adalah rangkaian ibadah yang dilaksanakan di Tanah Suci dan hukumnya sunnah. Apabila dikerjakan, maka akan membawa kelimpahan, kebaikan dan pahala, serta mendatangkan ridho dari Allah ...
5 Jan 2026 | 173
Dewasa ini, tantangan ketahanan pangan global menuntut inovasi pengolahan bahan mentah secara sains guna menjamin ketersediaan nutrisi sehat bagi seluruh lapisan masyarakat. Program ...
Tips Mengatasi Kendala Teknis saat Belajar Online SMP
4 Maret 2025 | 409
Belajar online telah menjadi alternatif utama bagi siswa SMP, terutama di masa pandemi ini. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa banyak yang mengalami kendala teknis saat menjalankan ...
Resep Mudah Membuat Martabak Manis
14 Jun 2024 | 683
Membuat Martabak Manis adalah salah satu kegiatan yang menyenangkan dan juga menghasilkan camilan lezat untuk keluarga. Martabak manis merupakan makanan favorit keluarga yang mudah untuk ...
Menganalisis Strategi SEO Kompetitor: Mencari Celah di Pasar yang Jenuh
22 Jan 2026 | 82
Di tahun 2026, hampir tidak ada ceruk pasar yang benar-benar kosong. Setiap industri, mulai dari fintech hingga perdagangan ritel, telah dipenuhi oleh pemain-pemain yang sadar akan ...