rajaview

Corona Effect, Karyawan Hotel Sudah Mulai Ada yang Dirumahkan karena Penurunan Turis yang Menginap

10 Maret 2020  |  136xDitulis oleh : Freelancer
Corona Effect, Karyawan Hotel Sudah Mulai Ada yang Dirumahkan karena Penurunan Turis yang Menginap

lintasdetik.com - Virus Corona sudah mulai berdampak terhadap perekonomian di Indonesia. Salah satunya, menurunkan tingkat keterisian dari hotel atau okupansi hotel yang ada di Indonesia, bahkan sampai titik terbawah. Ada hotel yang bahkan okupansinya di bawah 30 persen.

Agar tidak merugi, biasanya para pengusaha hotel mengefisiensikan pengeluaran,termasuk memangkas biaya operasional hotel. Biaya operasional ini biasanya termasuk dari tenaga kerja sampai dengan listrik. Menanggapi hal ini, Hariyadi Sukamdani, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) bahkan menyebutkan sudah ada hotel yang sudah mengomunikasikan ke tenaga kerja, untuk menggilirkan jam kerja ataupun merumahkan karyawannya.

"Kalau memang hotel tersebut mengalami penurunan sampai 30 persen mereka rata-rata tidak akan mungkin survive tanpa melakukan pemotongan biaya secara signifikan, salah satu yang biasa lakukan pemotongan adalah tenaga kerja, dan listrik. Biaya tenaga kerja dan listrik ini penyumbang terbesar biaya di sektor perhotelan. Sekarang kondisinya hotel sudah mulai melakukan pembicaraan dengan karyawan untuk mengambil posisi yang terbaik untuk semua pihak khususnya untuk keberlangsungan perusahaan, sebagian dari mereka menyepakati untuk bergiliran bekerja atau sebagian dirumahkan," ujar Hariyadi, Selasa (10/3).

Hariyadi menjelaskan, dengan kondisi okupansi yang di bawah 30 persen, tentu merupakan kondisi yang tidak bagus. Dirinya pun menyinggung tentang langkah-langkah kebijakan perusahaan, yang mengacu pada peristiwa krisis moneter di tahun 1997-1998 yang lalu.

"Tergantung dari situasi dan kondisi hotel, ada yang masih survive di atas 30 persen tapi sebagian ada di bawah, kalau tren seperti ini, bukan tidak mungkin terjadi kondisi yang memang tidak bagus untuk semuanya sehingga kembali lagi masing-masing hotel atau perusahaan paling tahu kondisinya dan mereka biasanya mengacu pada peristiwa pada waktu krisis ekonomi tahun 1997-1998 mereka juga melakukan hal yang sama. Jadi kesepakatan antara perusahaan dan karyawan untuk bersama-sama menanggung kondisi yang berat itu," ungkapnya.

Hariyadi membeberkan data penurunan tingkat keterisian hotel di beberapa wilayah Indonesia. untuk wilayah Batam dan Bintan, sampai dengan akhir Februari 2020 menunjukkan penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dirinya menyampaikan bahwa tingkat keterisian hotel turun menjadi 30-40 persen. Adapun bila dirata-ratakan, anjlok sampai dengan 20-30 persen. Hariyadi mengkhawatirkan, bila kondisi ini belum selesai hingga bulan April, kondisi akan semakin memburuk.

Selain di Bintan dan Batam, dirinya pun membeberkan data di Bali. Penurunan okupansi di Bali bahkan sampai berkisar 60-80 persen, khususnya di wilayah nusa dua, tuban dan legian, kuta, yang sebelumnya merupakan wilayah favorit yang dikunjungi turis dari China. 

Okupansi hotel di Bali, rata-rata hanya mencapai 30-40 persen saja, dari total kapasitas hotel. Selain di daerah yang biasanya menjadi favorit turis China, wilayah Ubud dan Sanur, yang biasanya didomunikasi turis dari Eropa dan Australia, terjadi penurunan sebesar 20-30 persen.

"Kalau kita melihat penurunan okupansi yang sangat besar, di Bali kalau tidak ada masalah Corona masih bisa jalan pada bulan Januari-Februari okupansinya sampai 70 persen. Kalau dia drop di bawah di bawah 30 persen, kerugiannya mencapai 50 persen," tambahnya.

Kondisi ini, akan berpotensi menyebabkan hotel gagal bayar terhadap biaya operasional mereka.

"Begitu pendapatan turun lebih dari 50 persen perusahaan tidak sanggup mengikuti jadwal pembayaran yang ada," pungkasnya.

Baca Juga:
Maraknya Penceramah Dipilih karena Hanya Jago Melucu, ini yang Disampaikan Mahfud MD

Maraknya Penceramah Dipilih karena Hanya Jago Melucu, ini yang Disampaikan Mahfud MD

Nasional      

6 Maret 2020 | 100


lintasdetik.com - Cukup maraknya penceramah agama yang hanya mengandalkan kelucuan saat berdakwah, disoroti oleh Mahfud MD. Mahfud yang merupakan Menteri Koordinator Bidang Politik, ...

Heboh! Muncul Sawah Mendidih di Sumenep

Heboh! Muncul Sawah Mendidih di Sumenep

Nasional      

26 Feb 2020 | 217


lintasdetik.com - Ada yang unik, masyarakat di daerah Sumenep, dihebohkan dengan munculnya sawah mendidih. Tidak seperti sawah pada umumnya, air di sawah tersebut mengeluarkan ...

Zulkifli Hasan, Ketua Umum PAN terpilih, Memohon Maaf ke Amien Rais. Ada Apa?

Zulkifli Hasan, Ketua Umum PAN terpilih, Memohon Maaf ke Amien Rais. Ada Apa?

Nasional      

13 Feb 2020 | 160


LintasDetik.com - Setelah pelaksanaan Kongres V Partai Amanat Nasional (PAN) di Kendari, Ketua Umum terpilih, Zulkifli Hasan, menyampaikan permohonan maafnya kepada Amien Rais. Alasan ...

Manfaat Liburan Wisata ke Bali Menggunakan Jasa Agen Travel

Manfaat Liburan Wisata ke Bali Menggunakan Jasa Agen Travel

Wisata      

14 Maret 2019 | 718


Manfaat Liburan Wisata ke Bali Menggunakan Jasa Agen Travel  - Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki banyak sekali kekayaan alam. Mulai dari laut, hutan, gunung dan danau. ...

Jasa konsultan IT Solusi Terbaik Untuk Kemajuan Bisnis Anda

Jasa konsultan IT Solusi Terbaik Untuk Kemajuan Bisnis Anda

Ulasan      

1 Jul 2019 | 316


Jasa konsultan IT Solusi Terbaik Untuk Kemajuan Bisnis Anda - Zaman semakin canggih dan mobilitas bermacam informasi semakin tinggi. Yang memiliki keahlian dan selalu  up date ...

Beli Karpet Masjid Berkualitas Dan Murah Di PersiaKarpet.Com

Beli Karpet Masjid Berkualitas Dan Murah Di PersiaKarpet.Com

Ulasan      

3 Mei 2019 | 475


Karpet merupakan salah satu alas yang seringkali digunakan untuk berbagai kepentingan sesuai dengan jenisnya. Karpet yang biasa digunakan oleh para umat muslim ketika beribadah shalat ...