

lintasdetik.com - Virus Corona sudah mulai berdampak terhadap perekonomian di Indonesia. Salah satunya, menurunkan tingkat keterisian dari hotel atau okupansi hotel yang ada di Indonesia, bahkan sampai titik terbawah. Ada hotel yang bahkan okupansinya di bawah 30 persen.
Agar tidak merugi, biasanya para pengusaha hotel mengefisiensikan pengeluaran,termasuk memangkas biaya operasional hotel. Biaya operasional ini biasanya termasuk dari tenaga kerja sampai dengan listrik. Menanggapi hal ini, Hariyadi Sukamdani, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) bahkan menyebutkan sudah ada hotel yang sudah mengomunikasikan ke tenaga kerja, untuk menggilirkan jam kerja ataupun merumahkan karyawannya.
"Kalau memang hotel tersebut mengalami penurunan sampai 30 persen mereka rata-rata tidak akan mungkin survive tanpa melakukan pemotongan biaya secara signifikan, salah satu yang biasa lakukan pemotongan adalah tenaga kerja, dan listrik. Biaya tenaga kerja dan listrik ini penyumbang terbesar biaya di sektor perhotelan. Sekarang kondisinya hotel sudah mulai melakukan pembicaraan dengan karyawan untuk mengambil posisi yang terbaik untuk semua pihak khususnya untuk keberlangsungan perusahaan, sebagian dari mereka menyepakati untuk bergiliran bekerja atau sebagian dirumahkan," ujar Hariyadi, Selasa (10/3).
Hariyadi menjelaskan, dengan kondisi okupansi yang di bawah 30 persen, tentu merupakan kondisi yang tidak bagus. Dirinya pun menyinggung tentang langkah-langkah kebijakan perusahaan, yang mengacu pada peristiwa krisis moneter di tahun 1997-1998 yang lalu.
"Tergantung dari situasi dan kondisi hotel, ada yang masih survive di atas 30 persen tapi sebagian ada di bawah, kalau tren seperti ini, bukan tidak mungkin terjadi kondisi yang memang tidak bagus untuk semuanya sehingga kembali lagi masing-masing hotel atau perusahaan paling tahu kondisinya dan mereka biasanya mengacu pada peristiwa pada waktu krisis ekonomi tahun 1997-1998 mereka juga melakukan hal yang sama. Jadi kesepakatan antara perusahaan dan karyawan untuk bersama-sama menanggung kondisi yang berat itu," ungkapnya.
Hariyadi membeberkan data penurunan tingkat keterisian hotel di beberapa wilayah Indonesia. untuk wilayah Batam dan Bintan, sampai dengan akhir Februari 2020 menunjukkan penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dirinya menyampaikan bahwa tingkat keterisian hotel turun menjadi 30-40 persen. Adapun bila dirata-ratakan, anjlok sampai dengan 20-30 persen. Hariyadi mengkhawatirkan, bila kondisi ini belum selesai hingga bulan April, kondisi akan semakin memburuk.
Selain di Bintan dan Batam, dirinya pun membeberkan data di Bali. Penurunan okupansi di Bali bahkan sampai berkisar 60-80 persen, khususnya di wilayah nusa dua, tuban dan legian, kuta, yang sebelumnya merupakan wilayah favorit yang dikunjungi turis dari China.
Okupansi hotel di Bali, rata-rata hanya mencapai 30-40 persen saja, dari total kapasitas hotel. Selain di daerah yang biasanya menjadi favorit turis China, wilayah Ubud dan Sanur, yang biasanya didomunikasi turis dari Eropa dan Australia, terjadi penurunan sebesar 20-30 persen.
"Kalau kita melihat penurunan okupansi yang sangat besar, di Bali kalau tidak ada masalah Corona masih bisa jalan pada bulan Januari-Februari okupansinya sampai 70 persen. Kalau dia drop di bawah di bawah 30 persen, kerugiannya mencapai 50 persen," tambahnya.
Kondisi ini, akan berpotensi menyebabkan hotel gagal bayar terhadap biaya operasional mereka.
"Begitu pendapatan turun lebih dari 50 persen perusahaan tidak sanggup mengikuti jadwal pembayaran yang ada," pungkasnya.
Jasa Buzzer Bandung: Mengoptimalkan Penggunaan Hashtag Lokal untuk Viralisasi
23 Maret 2025 | 401
Dalam era digital yang semakin berkembang, pemasaran melalui media sosial menjadi salah satu strategi yang paling efektif untuk mempromosikan produk dan jasa. Di Bandung, keberadaan jasa ...
15 Jan 2026 | 214
Masa kehamilan sering kali menjadi fase yang penuh rasa harap sekaligus cemas. Perubahan fisik, emosi yang naik turun, serta kekhawatiran tentang kesehatan janin membuat banyak ibu mencari ...
Strategi Efektif untuk Promosi di Sosmed Peluang MLM
23 Jun 2025 | 539
Dalam era digital saat ini, promosi di sosmed peluang MLM menjadi salah satu langkah penting yang tidak boleh dilewatkan oleh para pelaku usaha Multi Level Marketing (MLM). Sosial media ...
Anies Soroti Oxford karena Abaikan Peneliti Lokal dalam Penemuan Rafflesia
1 Des 2025 | 294
Kenapa Isu Ini Mencuat Pada 19 November 2025, akun resmi University of Oxford mengumumkan bahwa tim dari Oxford Botanic Garden berhasil menyaksikan mekarnya Rafflesia hasseltii di hutan ...
Strategi Content Marketing Efektif untuk Meningkatkan Engagement
17 Maret 2026 | 104
Strategi content marketing efektif untuk meningkatkan engagement merupakan salah satu pendekatan penting dalam membangun hubungan antara brand dan audiens. Dalam era digital saat ini, ...
Menelusuri Jejak Karier: Profil I Nyoman Parta (PDI-P) Daerah Pemilihan Bali
7 Jun 2025 | 525
Profil I Nyoman Parta (PDI-P) Daerah Pemilihan Bali menjadi sorotan banyak pihak, terutama menjelang pemilu yang semakin dekat. Sebagai salah satu anggota DPRD Provinsi Bali, Parta telah ...