hijab.id

Kini Italia Menjadi Negara yang Sunyi, karena Kebijakan Karantina Akibat Virus Corona

9 Maret 2020  |  168xDitulis oleh : Freelancer
Kini Italia Menjadi Negara yang Sunyi, karena Kebijakan Karantina Akibat Virus Corona

lintasdetik.com - Corona meluas, kini dampaknya dirasakan langsung di Negara Italia. Saat ini, pemerintah Italia sudah menutup bagian utara dan sebagian tenggara negaranya. Kebijakan ini diambil agar dampak Corona di negara tersebut tidak berdampak luas. Karantina massa ini dimulai sejak hari Ahad, pagi waktu setempat.

Ada sekitar 15 Provinsi di Italia, yang berada dalam kondisi Karantina. Hal ini, termasuk kawasan terkenal di Negara itu, seperti Venesia dan Milan.

Selain melakukan karantina, Pemerintah juga meliburkan kegiatan-kegiatan publik serta membatasi kerumunan, seperti di sekolah, kampus, bahkan kegiatan keagamaan. Tidak tanggung-tanggung, bagi yang melanggar akan diancam penjara selama tiga bulan, dan didenda sebesar 206 euro, atau setara dengan Rp 3,4 juta.

Giuseppe Conte, PM Italia, menyampaikan bahwa kegiatan keluar rumah, hanya dilakukan dalam keadaan genting dan pekerjaan yang penting, serta alasan-alasan kesehatan.

 "Di area yang dikarantina, keluar rumah hanya bisa dilakukan untuk pekerjaan yang penting dan alasan kesehatan," ucap Conte.

Selain kebijakan terhadap 15 provinsi, Conte menambahkan bahwa larangan untuk sementara diberlakukan untuk penyelenggaraan bioskop, museum, maupun kegiatan-kegiatan olahraga. Pelarangan ini berlaku di seluruh Italia. Kegiatan sekolah pun diliburkan sampai dengan 15 Maret.

Selain itu, sesama pengunjung di Bar, Restoran, dan Toko di seluruh italia, diminta untuk saling menjaga jarak, sampai dengan satu meter satu sama lain.

Perlu diketahui, bahwa kasus Corona di Italia melonjak tinggi dalam periode 24 jam menjadi 7.353 kasus. Artinya, kasus di Italia meningkat 25 persen, dengan tingkat kematian meningkat sebanyak 57 persen, menjadi 366 orang. Angka ini merupakan yang terbesar sejak 21 Februari 2020. Adapun angka kematian di Italia, merupakan nomor dua terbanyak di dunia, setelah China.

Banyak wisatawan panik, karena khawatir terkunci di wilayah yang di karantina. Pemberlakuan karantina ini rencananya dilakukan sampai dengan 3 April. Padahal, bagi para wisatawan, Pemerintah Italia telah menyampaikan bahwa kepulangan mereka ke negara asalnya dibebaskan. Bahkan, Bendera dan stasiun Kereta Api tetap terbuka.

Masyarakat Italia yang panik ditenangkan oleh pemerintah setempat. Seperti yang dilakukan Gubernur Lombardy Attilio Fontana, yang berupaya menenangkan publik agar tidak sampai panik dan melakukan penimbunan barang. Kepanikan warga tersebut sudah ramai sebelum Conte menandatangani dekrit untuk mengarantina 16 juta masyarakatnya.

"Kami menghadapi keadaan darurat nasional. Kami memilih dari awal untuk mengambil garis kebenaran dan transparansi dan sekarang kami bergerak dengan kejernihan dan keberanian, dengan keteguhan dan tekad," ungkap Conte.

Saat ini, ada sekitar 1.239 WNI yang berada di wilayah Italia, yang terdampak kebijakan karantina. KBRI Roma terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat guna menjamin kondisi WNI yang ada disana.

Berita Terkait
Baca Juga:
Kuliner Cirebon yang Paling Hits dan Mantul (Mantap Betul)

Kuliner Cirebon yang Paling Hits dan Mantul (Mantap Betul)

Kuliner      

8 Feb 2019 | 1228


Kota Cirebon adalah kota dipesisir pantai utara jawa barat. Cirebon tidak hanya dikenal sebagai penghasil udang dan aneka macam olahan dari udang. Cirebon juga terkenal beragam kuliner yang ...

Cara Mengatasi Dan Merawat Kulit Wajah berminyak

Cara Mengatasi Dan Merawat Kulit Wajah berminyak

Wanita      

27 Sep 2019 | 388


Cara Mengatasi Dan Merawat Kulit Wajah berminyak - Kondisi wajah yang mengkilap akibat minyak tidak diinginkan, karena make up akan luntur akibat minyak yang berlebih membuat para ...

Ami, Mobil Mirip Mesin Cuci, namun Ramah Lingkungan

Ami, Mobil Mirip Mesin Cuci, namun Ramah Lingkungan

Tekno      

29 Feb 2020 | 267


 lintasdetik.com - Mobil listrik kembali hadir, kali ini Citroen memperkenalkannya. Mobil listrik ini ditargetkan untuk segmentasi dengan harga yang sangat rendah. Kendaraan ini ...

Dwi Larso Calon Kuat Rektor ITB

Dwi Larso Calon Kuat Rektor ITB

Tips      

8 Okt 2019 | 244


Dwi Larso Calon Kuat Rektor ITB - Institut Teknologi Bandung (ITB) mengumunkan 30 daftar nama bakal calon rektor yang akan maju untuk mengikuti proses pemilihan rektor periode ...

Universitas Favorit Dan Berkualitas Di Bandung Timur

Universitas Favorit Dan Berkualitas Di Bandung Timur

Ulasan      

10 Apr 2019 | 731


Dalam usaha mewujudkan tujuan dari pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan siapapun boleh ikut terlibat, tidak hanya bertumpu pada pemerintah. Pihak swastapun boleh ...

Mengapa Kita Sering Mudah Dibohongi oleh Media?

Mengapa Kita Sering Mudah Dibohongi oleh Media?

Ulasan      

24 Feb 2020 | 177


lintasdetik.com - Berangkat dari sebuah pernyatan petinggi nazi, Paul Joseph Goebbels yang mengatakan “kebohongan yang di ucapkan secara berulang-ulang, niscaya akan menjadi ...