rajaview

Kini Italia Menjadi Negara yang Sunyi, karena Kebijakan Karantina Akibat Virus Corona

9 Maret 2020  |  182xDitulis oleh : Freelancer
Kini Italia Menjadi Negara yang Sunyi, karena Kebijakan Karantina Akibat Virus Corona

lintasdetik.com - Corona meluas, kini dampaknya dirasakan langsung di Negara Italia. Saat ini, pemerintah Italia sudah menutup bagian utara dan sebagian tenggara negaranya. Kebijakan ini diambil agar dampak Corona di negara tersebut tidak berdampak luas. Karantina massa ini dimulai sejak hari Ahad, pagi waktu setempat.

Ada sekitar 15 Provinsi di Italia, yang berada dalam kondisi Karantina. Hal ini, termasuk kawasan terkenal di Negara itu, seperti Venesia dan Milan.

Selain melakukan karantina, Pemerintah juga meliburkan kegiatan-kegiatan publik serta membatasi kerumunan, seperti di sekolah, kampus, bahkan kegiatan keagamaan. Tidak tanggung-tanggung, bagi yang melanggar akan diancam penjara selama tiga bulan, dan didenda sebesar 206 euro, atau setara dengan Rp 3,4 juta.

Giuseppe Conte, PM Italia, menyampaikan bahwa kegiatan keluar rumah, hanya dilakukan dalam keadaan genting dan pekerjaan yang penting, serta alasan-alasan kesehatan.

 "Di area yang dikarantina, keluar rumah hanya bisa dilakukan untuk pekerjaan yang penting dan alasan kesehatan," ucap Conte.

Selain kebijakan terhadap 15 provinsi, Conte menambahkan bahwa larangan untuk sementara diberlakukan untuk penyelenggaraan bioskop, museum, maupun kegiatan-kegiatan olahraga. Pelarangan ini berlaku di seluruh Italia. Kegiatan sekolah pun diliburkan sampai dengan 15 Maret.

Selain itu, sesama pengunjung di Bar, Restoran, dan Toko di seluruh italia, diminta untuk saling menjaga jarak, sampai dengan satu meter satu sama lain.

Perlu diketahui, bahwa kasus Corona di Italia melonjak tinggi dalam periode 24 jam menjadi 7.353 kasus. Artinya, kasus di Italia meningkat 25 persen, dengan tingkat kematian meningkat sebanyak 57 persen, menjadi 366 orang. Angka ini merupakan yang terbesar sejak 21 Februari 2020. Adapun angka kematian di Italia, merupakan nomor dua terbanyak di dunia, setelah China.

Banyak wisatawan panik, karena khawatir terkunci di wilayah yang di karantina. Pemberlakuan karantina ini rencananya dilakukan sampai dengan 3 April. Padahal, bagi para wisatawan, Pemerintah Italia telah menyampaikan bahwa kepulangan mereka ke negara asalnya dibebaskan. Bahkan, Bendera dan stasiun Kereta Api tetap terbuka.

Masyarakat Italia yang panik ditenangkan oleh pemerintah setempat. Seperti yang dilakukan Gubernur Lombardy Attilio Fontana, yang berupaya menenangkan publik agar tidak sampai panik dan melakukan penimbunan barang. Kepanikan warga tersebut sudah ramai sebelum Conte menandatangani dekrit untuk mengarantina 16 juta masyarakatnya.

"Kami menghadapi keadaan darurat nasional. Kami memilih dari awal untuk mengambil garis kebenaran dan transparansi dan sekarang kami bergerak dengan kejernihan dan keberanian, dengan keteguhan dan tekad," ungkap Conte.

Saat ini, ada sekitar 1.239 WNI yang berada di wilayah Italia, yang terdampak kebijakan karantina. KBRI Roma terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat guna menjamin kondisi WNI yang ada disana.

Berita Terkait
Baca Juga:
Anda Sering Mendapatkan SMS yang Menawarkan Pinjaman Online? Perhatikan dulu Lima Hal ini

Anda Sering Mendapatkan SMS yang Menawarkan Pinjaman Online? Perhatikan dulu Lima Hal ini

Ulasan      

6 Maret 2020 | 174


lintasdetik.com - Anda sering mendapatkan SMS dari nomor yang tidak dikenal dan menawarkan pinjaman uang tunai? Biasanya, dalam pesan yang dikirim tersebut, dijanjikan bahwa proses ...

Strategi Untuk Memperoleh Cincin Nikah Dengan Harga Murah

Strategi Untuk Memperoleh Cincin Nikah Dengan Harga Murah

Ulasan      

23 Sep 2019 | 488


Strategi Untuk Memperoleh Cincin Nikah Dengan Harga Murah - Keberadaan cincin seperti sebuah keharusan dalam pernikahan. Karena cincin pernikahan merupakan simbol utama sebuah ikatan cinta, ...

Legalyn Indonesia Dukung Pemerintah Mengembangkan Sektor UMKM

Legalyn Indonesia Dukung Pemerintah Mengembangkan Sektor UMKM

Ulasan      

24 Nov 2019 | 684


Legalyn Indonesia Dukung Pemerintah Mengembangkan Sektor UMKM - Bagi kaum milenial di era digital menjadi peluang besar untuk menjadi pengusaha. Dengan adanya akses teknologi ...

PBN (Private Blog Network) Senjata Ampuh Backlink, Salah Satu Layanan dari Rajabacklink.com

PBN (Private Blog Network) Senjata Ampuh Backlink, Salah Satu Layanan dari Rajabacklink.com

Tips      

25 Feb 2020 | 225


PBN atau Private Blog Network, jika diartikan secara umum adalah kumpulan dari domain yang dimiliki oleh seseorang atau oleh individu lain. Biasanya, PBN terdiri dari beberapa blog atau ...

Batu Mahpar, Destinasi Wisata Alam Tasikmalaya yang Wajib Dikunjungi

Batu Mahpar, Destinasi Wisata Alam Tasikmalaya yang Wajib Dikunjungi

Wisata      

12 Feb 2020 | 428


Lintasdetik.com - Destinasi wisata alam ini berada di desa Sukamulih, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya. Bernama wisata Batu Mahpar, ada berbagai wahana yang tersedia untuk ...

Akseleran Fintech P2P Lending Cara Tepat Berinvestasi Untuk Mengatasi Inflasi

Akseleran Fintech P2P Lending Cara Tepat Berinvestasi Untuk Mengatasi Inflasi

Tekno      

20 Maret 2021 | 159


Dalam sebuah negara akan selalu dibayangi masalah inflasi dalam masalah perekonomian krisis dan resesi. Apa itu inflasi ? Inflasi adalah kecenderungan naiknya harga barang dan jasa, ...